Geliat Bisnis Prajogo (CDIA) dan Grup Salim di Tangki Bitumen, Apa yang Diincar?

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grup Salim dan Grup Prajogo Pangestu memperluas bisnis infrastruktur penyimpanan melalui pengembangan fasilitas tangki bitumen berkapasitas total 12.000 meter kubik (m&³3;) di Merak, Banten. Fasilitas ini dikembangkan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melalui anak usahanya, PT Redeco Petrolin Utama (RPU), dengan keterlibatan Grup Salim melalui PT Salim Chemicals Corpora.

Investasi bersama tersebut menambah portofolio layanan penyimpanan RPU, yang selama ini menangani berbagai produk, mulai dari petrokimia, minyak bumi, hingga pelumas. Penambahan fasilitas bitumen juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas layanan penyimpanan material konstruksi, terutama untuk kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan jalan.

Direktur Utama PT Redeco Petrolin Utama Lingga Widastri mengatakan, Chandra Asri Group dan Grup Salim merupakan pemegang saham dalam investasi tersebut. Sementara itu, Pertamina menjadi salah satu mitra bisnis RPU.

“Shareholder-nya itu ada Chandra Asri dan Salim Group sih memang,” kata Lingga saat ditemui di Merak, Banten, Jumat (23/10).

Lingga tidak mengungkapkan nilai investasi untuk pembangunan fasilitas tangki bitumen tersebut. Menurut dia, pengembangan ini merupakan bagian dari langkah RPU memperluas portofolio layanan sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra.

Fasilitas yang diresmikan pada Jumat (23/10) itu terdiri atas tiga tangki dengan kapasitas masing-masing 3.000 m&³3;, 4.000 m&³3;, dan 5.000 m&³3;. Dengan penambahan tersebut, RPU akan mengoperasikan total 75 tangki penyimpanan untuk berbagai jenis produk.

Pengembangan fasilitas ini berlangsung ketika Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan bitumen domestik. Material tersebut merupakan komponen penting dalam industri konstruksi jalan, sehingga ketersediaan fasilitas penyimpanan dan distribusi menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran rantai pasok.

Lingga mengatakan, keberadaan tangki bitumen RPU tidak serta-merta berarti perusahaan akan mengimpor material tersebut. Fasilitas itu dapat dimanfaatkan untuk mendukung distribusi bitumen, baik yang berasal dari impor maupun pasokan domestik.

“Menjadi distribusi lokal atau distribusi domestik kan juga bisa. Makanya Redeco hadir untuk salah satunya sebagai opsi, solusi bagi semua mitra-mitra kami dalam mendistribusikan bitumen,” ujar Lingga.

Menurut dia, potensi efisiensi biaya distribusi akan bergantung pada sejumlah faktor, termasuk tingkat utilisasi tangki, jumlah kapal, serta moda distribusi yang digunakan. Karena itu, perusahaan belum menetapkan target bisnis baru khusus untuk fasilitas tersebut.

RPU akan terlebih dahulu memantau tingkat pemanfaatan kapasitas penyimpanan yang tersedia. Apabila utilisasi tangki telah optimal, perusahaan membuka peluang untuk menambah fasilitas baru.

“Nanti kami lihat utilisasinya apakah sudah optimal. Kalau di atas suboptimal, sudah pasti kita nanti akan membuka peluang untuk pembukaan tangki baru,” kata Lingga.

Ia menambahkan, utilisasi tangki RPU yang sudah beroperasi sejauh ini relatif baik dan stabil, termasuk di tengah gejolak konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam mengembangkan kapasitas penyimpanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Peluang Sinergi dengan Bisnis Grup

Sebagai bagian dari Chandra Asri Group, RPU juga berpeluang mengintegrasikan layanan penyimpanan dengan bisnis lain dalam grup untuk memperkuat rantai pasok bitumen.

Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (Aster) memiliki kapabilitas dalam pasokan bitumen. Sementara itu, PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT SCG Barito Logistics (SBL) bergerak di bidang logistik dan transportasi.

Kolaborasi antarbisnis tersebut berpotensi menghubungkan tahapan pasokan, penyimpanan, hingga pengangkutan bitumen. Dengan demikian, RPU tidak hanya dapat memperluas kapasitas penyimpanan, tetapi juga menjajaki solusi rantai pasok yang lebih terintegrasi bagi pelanggan di Indonesia.

Manajemen Chandra Daya Investasi menyatakan, keandalan rantai pasok material merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan industri dan pembangunan infrastruktur. Karena itu, penambahan tangki bitumen diharapkan dapat memperkuat kemampuan RPU dalam melayani kebutuhan pelanggan yang semakin beragam.

“Melalui pengembangan fasilitas dan peluang kolaborasi dengan berbagai mitra, kami berharap dapat menghadirkan layanan penyimpanan dan kepelabuhanan yang semakin relevan bagi pelanggan, sekaligus berkontribusi terhadap kelancaran rantai pasok industri dan pembangunan ekonomi Indonesia,” kata manajemen.

Di sisi lain, kebutuhan bitumen juga berpotensi ditopang oleh pertumbuhan pasar aspal global seiring dengan pembangunan infrastruktur dan urbanisasi. Mengutip Future Market Report, nilai pasar aspal global diperkirakan mencapai US$ 11,5 miliar pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$ 19,45 miliar pada 2033, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 6,79% selama periode 2026–2033.

Di dalam negeri, pemerintah juga mendorong pemanfaatan aspal Buton sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pasokan material jalan. Dalam konteks tersebut, fasilitas penyimpanan RPU dapat menjadi salah satu alternatif infrastruktur distribusi untuk melayani kebutuhan bitumen dari berbagai sumber pasokan.

Meski demikian, realisasi peluang bisnis fasilitas baru tersebut akan bergantung pada kebutuhan pelanggan, tingkat utilisasi tangki, serta efektivitas pengelolaan distribusi. RPU pun akan mengoptimalkan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan layanannya sebelum mempertimbangkan ekspansi kapasitas berikutnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Peserta JRF yang Langgar Batas Waktu Diblacklist? Begini Kata Pramono
• 4 jam lalu
0
thumb
Terapis Pijat di Jakpus Dipukul dan Diperas Pelanggan, 5 Pelaku Ditangkap
• 16 jam lalu
0
thumb
Rekap Hasil Tinju Hari Ini: O’Shaquie Foster Pecundangi Emanuel Navarrete, Frank Martin Menang TKO
• 5 jam lalu
0
thumb
Kuasa Hukum soal Pelaporan Gibran ke Polisi: Suket adalah Produk Keputusan TUN, Kita Harus Hormati
• 7 jam lalu
0
thumb
Polri Selamatkan Induk dan Bayi Orang Utan Terluka di Lokasi Karhutla Kotim
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.