Umar Pasandre Raih BIA Award 2026 Berkat Dedikasi Lebih dari 20 Tahun Melestarikan Hutan Mangrove di Gorontalo

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Tokoh konservasi mangrove asal Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Umar Pasandre, menerima penghargaan BIA Award 2026 dari Burung Indonesia atas dedikasinya menjaga kelestarian ekosistem mangrove selama lebih dari 20 tahun.

Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Merayakan Keragaman Burung Indonesia yang berlangsung di Auditorium Kampus I Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan Burung Indonesia bekerja sama dengan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA) dan Universitas Negeri Gorontalo sebagai bagian dari rangkaian Festival Bulalo Limutu yang digelar Limutu Ecologe.

Penganugerahan BIA Award 2026 menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi Umar bersama kelompok konservasi Padakauang dalam menjaga kawasan pesisir dan hutan mangrove di Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato.

Umar Pasandre Konsisten Jaga Mangrove Selama Dua Dekade

Manajer Komunikasi dan Pengembangan Kelembagaan Burung Indonesia, Muhammad Meisa, mengatakan BIA Award diberikan kepada individu maupun kelompok yang memiliki kontribusi dalam kegiatan pelestarian lingkungan di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Meisa, Umar merupakan tokoh masyarakat Suku Bajo yang berperan dalam meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

"Harapannya, dengan kehadiran Pak Umar hari ini dan penyematan penghargaan ini, dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman semua," kata Meisa.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Desa Torosiaje sebelumnya memanfaatkan kayu mangrove untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk sebagai bahan penopang rumah dan kayu bakar.

Namun, seiring meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya kelestarian lingkungan, Umar mulai mengajak masyarakat melakukan penanaman kembali dan perlindungan kawasan mangrove.

Upaya tersebut kemudian diperkuat melalui pembentukan kelompok sadar lingkungan Padakauang yang menjadi wadah kegiatan konservasi masyarakat setempat.

Melalui kelompok tersebut, kegiatan pelestarian mangrove dilakukan secara lebih terstruktur dengan melibatkan dukungan berbagai pihak.

Hutan Mangrove Berperan Penting Mencegah Abrasi Pesisir

Muhammad Meisa menegaskan bahwa keberadaan hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Selain menjadi bagian dari habitat berbagai jenis makhluk hidup, mangrove juga membantu mengurangi risiko abrasi yang dapat mengancam kawasan permukiman pesisir.

Pelestarian mangrove turut menjadi salah satu langkah mitigasi bencana karena vegetasi tersebut dapat membantu melindungi wilayah pantai dari dampak gelombang dan pengikisan tanah.

Upaya konservasi yang dilakukan Umar bersama kelompok Padakauang dinilai berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan pesisir Desa Torosiaje.

Kegiatan tersebut juga menjadi contoh keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga sumber daya alam yang berada di sekitar tempat tinggal mereka.

Umar Berharap Penghargaan Jadi Motivasi Generasi Muda

Umar Pasandre menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya setelah lebih dari dua dekade terlibat dalam kegiatan konservasi mangrove.

Menurut Umar, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus melanjutkan upaya pelestarian lingkungan bersama masyarakat dan berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan.

"Apa yang kami lakukan mungkin nilainya masih kecil, tetapi di mata orang lain itu besar. Harapan saya ke depan ini memberikan motivasi untuk saya, keluarga, dan masyarakat," ujar Umar.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai unsur masyarakat dan lembaga.

Sejumlah pihak yang turut mendukung kegiatan konservasi tersebut antara lain Jaringan Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (Japesda), pemerintah daerah, serta kalangan akademisi Universitas Negeri Gorontalo.

Umar juga menyatakan komitmennya untuk terus mengabdikan diri dalam kegiatan pelestarian lingkungan selama masih memiliki kemampuan.

Ia berharap penghargaan BIA Award 2026 dapat mendorong generasi muda agar semakin aktif menjaga kelestarian alam, khususnya ekosistem mangrove di wilayah pesisir.

"Apabila lingkungan kita rusak, maka kita tidak dapat memperoleh apa-apa dari alam," katanya pula.

Melalui penghargaan tersebut, Burung Indonesia memberikan pengakuan terhadap kontribusi masyarakat lokal dalam upaya konservasi sekaligus mendorong keberlanjutan pelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Begini Kondisi Terkini Pengemudi Ojol Pasca Dilindas Mobil Listrik di Blok M
• 1 jam lalu
0
thumb
Ledakan Gas Paling Mematikan di Korsel, Bermula dari Salah Bor
• 1 jam lalu
0
thumb
Link Live Streaming Persebaya Vs Madura United: Derbi Suramadu, Bajul Ijo Bangkit atau Tumbang Lagi?
• 4 jam lalu
0
thumb
Adu Kuat Mata Uang Dunia, Siapa Paling Dominan Jadi Alat Bayar Global?
• 18 jam lalu
0
thumb
Hasil Penelitian, Ciri-Ciri Psikopat Bisa Dikenali dari Makanannya
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.