Pramono Finis JRF dalam 1 Jam 49 Menit: Saatnya Tertib Ikuti Arahan Panitia

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyelesaikan lomba lari 10 kilometer (10K) Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dengan catatan waktu 1 jam 49 menit, Minggu (25/10). Catatan tersebut belum melampaui personal best (PB) atau rekor waktu terbaiknya, yakni 1 jam 32 menit.

“Memang hari ini tidak memecahkan rekor, tetapi saya sungguh sangat menikmati,” kata Pramono seusai mengikuti lomba lari 10K Jakarta Running Festival di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (25/10).

Pramono mengaku menikmati pengalamannya berlari dalam ajang tersebut. Antusiasme masyarakat di sepanjang rute turut menambah semangatnya untuk menyelesaikan lomba.

“Karena sepanjang jalan banyak sekali yang pertama minta foto, yang kedua mengucapkan terima kasih karena udaranya yang sangat baik dan juga pelaksanaannya berlangsung dengan tertib, luar biasa,” jelasnya.

Pramono menilai penyelenggaraan JRF dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan berbagai ajang lari di Indonesia, mulai dari maraton, half marathon, hingga kategori 10K dan 5K.

“Ini bisa menjadi role model maraton ataupun half marathon, maupun 10 kilo, 5 kilo yang ada di Indonesia,” kata Pramono.

Pramono Respons Peserta JRF di Hari Pertama yang Viral

Saat ditanya terkait peserta Jakarta Running Festival (JRF) yang tetap memaksa finis meski terkena Cut Off Point atau COP, Pramono mengatakan sudah seharusnya untuk patuh pada aturan dan ketentuan dari panitia.

Ia juga mengapresiasi penyelenggara JRF atas pelaksanaan acara yang dinilainya berlangsung baik dan berkesan. Pramono secara khusus menyoroti dukungan penonton yang terus memberikan semangat sepanjang rute perlombaan.

“Saya ingin menyampaikan mengucapkan terima kasih kepada Jakarta Running Festival atas penyelenggaraan yang sungguh sangat baik dan berkesan. Yang luar biasa cheering-nya itu sepanjang jalan enggak berhenti-berhenti,” tuturnya.

Meski mengaku kelelahan saat berlari, Pramono mengatakan dukungan penonton dan banyaknya peserta yang mengajaknya berfoto membuatnya tetap bersemangat hingga mencapai garis finis.

“Saya sebenarnya kalau mau jujur udah engap-engapan, tetapi karena yang membuat semangat pertama cheering-nya, yang kedua memang yang minta foto banyak banget,” tutup Pramono.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Peringati Hari Santri Nasional, Siswa SD di Surabaya Kenakan Sarung dan Kopiah
• 21 jam lalu
0
thumb
Tekan Polusi Udara dan Suhu Panas, Modifikasi Cuaca Digelar di Jakarta
• 11 jam lalu
0
thumb
Harapan Megawati Hangestri Bersama Hillstate Jelang V-League, Tekankan Pentingnya Teamwork
• 3 jam lalu
0
thumb
Iran di Ambang Kehancuran? Stok Minyak Diklaim Habis, AS–Israel Siapkan Serangan 3 Hari!
• 19 jam lalu
0
thumb
Gus Muhaimin Dorong Peran Pesantren dalam Pencegahan Karhutla
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.