Ribuan Warga Tumpah ke Jalan, Demo Anti Netanyahu!

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Polisi anti huru hara berusaha membersihkan demonstran dengan kanon air selama protes terhadap rencana pemerintah Netanyahu untuk merombak sistem peradilan, di Tel Aviv, Senin, 24 Juli 2023. (AP/Ariel Schalit)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ribuan warga Israel berdemonstrasi menentang pemerintah dan menyerukan penyelidikan mandiri atas kegagalan keamanan yang memicu serangan 7 Oktober 2023. Massa berkumpul di alun-alun yang dikenal sebagai Lapangan Sandera, Tel Aviv, pada hari Sabtu - tiga hari sebelum pemilihan umum pertama di Israel sejak perang di Gaza berlangsung.

Protes digagas oleh Dewan Oktober, kelompok yang didirikan keluarga-keluarga sandera yang dibawa ke Gaza tiga tahun lalu. Tujuannya menuntut pertanggungjawaban atas kegagalan mencegah serangan Hamas yang mendahului perang.

"Tiga hari menjelang pemilu, kami menggelar puncak perjuangan tiga tahun: mengungkap kebenaran, menuntut tanggung jawab, dan membentuk komisi penyelidikan negara," tulis Dewan Oktober di X sebelum aksi.


Baca: Iran Ancam Serang Negara Teluk, Adu Kekuatan Militernya Bikin Kaget!

Di tempat lain di Israel, unjuk rasa serupa juga terjadi. Tokoh-tokoh oposisi turut hadir, antara lain Gadi Eisenkot dari Partai Yashar - penantang utama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari kubu kanan-tengah. Di Tel Aviv, massa menyambutnya dengan seruan: "Siapa yang datang? Perdana Menteri berikutnya!" mengutip Aljazeera, Minggu (25/10/2026).

"Massa, sungguh lautan manusia, bergerak dalam pawai Partai Demokrat dari Lapangan Rabin ke Lapangan Sandera - demi perubahan, demi harapan, demi p-e-m-b-a-r-u-a-n. Luar biasa energinya. Kali ini sepenuhnya milik kita!" tulis warga Israel Dan Adin di X.

Jajak pendapat menjelang pemilu Selasa menunjukkan persaingan ketat. Blok kanan pimpinan Netanyahu (berkuasa sejak akhir 2022) berimbang dengan blok Eisenkot. Belum ada kubu yang diproyeksikan meraih mayoritas kursi parlemen.

Pemilu ini bisa menentukan apakah Israel akan melancarkan serangan lanjutan ke Iran. Eisenkot dinilai cenderung lebih enggan melancarkan aksi militer baru terhadap Teheran jika terpilih.

Namun di isu lain, mayoritas partai Israel tetap sejalan - termasuk penolakan pembentukan negara Palestina yang merdeka.

Sebelum aksi, Dewan Oktober telah memperingatkan aparat keamanan soal kemungkinan "provokasi" dari pendukung pemerintah. "Kami telah mengirim surat mendesak kepada Kepala Kepolisian terkait laporan upaya kelompok yang berafiliasi dengan koalisi untuk mengganggu unjuk rasa ini," tulis mereka.

Pemerintah Netanyahu menolak pembentukan komisi penyelidikan mandiri. Sebagai gantinya, pemerintah mengajukan komisi "politik": separuh anggotanya ditunjuk pemerintah, sisanya ditunjuk oposisi. Para pemimpin oposisi menyatakan akan memboikot komisi yang ditunjuk oleh kalangan politisi.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Wapres AS, JD Vance Tolak Beri Dukungan ke Netanyahu di Pemilu Israel

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tanpa Transit, Ini Jadwal Penerbangan Langsung Shenzhen-Jakarta: Tiga Kali Seminggu
• 10 jam lalu
0
thumb
Viral Nathalie Holscher hingga Pratiwi Noviyanthi Takuti Anak Lewat Tren Konten Polisi Anak, Psikolog Ingatkan Bahayanya
• 23 menit lalu
0
thumb
Jelang Hadapi Fiorentina, Eks Inter Milan Bongkar Kelemahan Nerazzurri: Kesulitan Hadapi Serangan Balik
• 12 jam lalu
0
thumb
Garda Pemuda NasDem Jakarta Ajak Warga Tak Takut Cek Kesehatan
• 21 jam lalu
0
thumb
PSM U-20 Kokoh di Puncak Grup C, Tekuk Bali United 2-0
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.