JAKARTA -- Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, memastikan tempat di final French Open 2026 setelah menundukkan wakil tuan rumah, Alex Lanier, pada babak semifinal. Pemain yang akrab disapa Ubed itu menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 16-21, 21-17 di Arena Grand, Paris, Sabtu (24/10/2026). Final akan berlangsung di tempat yang sama pada Ahad (25/10/2026).
Kemenangan tersebut mengantarkan Ubed ke final turnamen BWF World Tour Super 750 untuk pertama kalinya. Pemain berusia 19 tahun itu menunjukkan ketangguhan untuk mengatasi tekanan Lanier, yang mendapat dukungan penuh dari penonton tuan rumah.
Baca Juga
Jadwal French Open 2026 Hari Ini: Empat Wakil Indonesia Berjuang Rebut Tiket Final
Lolos Semifinal French Open 2026, Ubed Hadapi Alex Lanier
Putri KW dan Alwi Farhan Tersingkir di Perempat Final French Open 2026
Ubed mengawali pertandingan dengan baik. Ia berusaha mengambil inisiatif serangan sejak awal untuk mendapatkan posisi bermain yang menguntungkan. Strategi tersebut berjalan efektif sehingga ia mampu mengamankan gim pertama dengan skor 21-16, meski Lanier terus memberikan perlawanan.
Namun, Lanier mengubah tempo permainan pada gim kedua, terutama setelah interval. Ubed mengakui perubahan tersebut membuatnya kesulitan mengimbangi permainan lawan. Ia kehilangan fokus ketika pemain Prancis itu meningkatkan kecepatan serangan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Persaingan berlangsung ketat hingga kedudukan imbang 10-10. Setelah itu, Lanier mampu mengambil alih momentum dan memperlebar keunggulan untuk merebut gim kedua dengan skor 21-16. Hasil tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, Ubed berusaha mengembalikan fokus sekaligus mengatasi kelelahan. Ia meningkatkan agresivitas serangan dan memperbaiki ritme permainan untuk keluar dari tekanan pada awal gim. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan keunggulan 11-7 saat interval.
Lanier tidak menyerah begitu saja. Ia terus berupaya mengejar ketertinggalan melalui permainan cepat, tetapi Ubed mampu menjaga ketenangan dalam reli-reli penting. Pebulu tangkis Indonesia itu akhirnya mencapai match point pada kedudukan 20-17 sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan 21-17. Duel sengit tersebut berlangsung selama 1 jam 14 menit.
"Pertandingan hari ini alhamdulillah berjalan dengan baik tanpa cedera dan diberi kemenangan juga. Tadi di gim pertama sempat kejar-kejaran poinnya. Saya mencoba mencari posisi enak dulu, jadi main lebih aktif dari awal dan itu berhasil," kata Ubed dalam keterangan resmi PBSI.
Ia mengakui perubahan tempo permainan Lanier menjadi tantangan tersendiri, terutama pada gim kedua. Setelah kehilangan gim tersebut, Ubed berusaha kembali berkonsentrasi dan melawan rasa lelah untuk memastikan kemenangan pada gim penentuan.
Keberhasilan mencapai final juga tidak lepas dari motivasi pribadi Ubed. Ia mengaku ingin memberikan yang terbaik sebagai bentuk pelampiasan atas kekalahan yang dirasakan tim Thomas Indonesia ketika menghadapi Prancis di Horsens, Denmark. Meski tidak bermain dalam pertandingan tersebut, ia mengaku tetap merasakan kepahitan hasil yang diraih tim Merah Putih.
Selain itu, pengalaman menghadapi tekanan saat menjadi penentu kemenangan Indonesia di Asian Games membuat Ubed kini lebih menikmati permainan. Ia merasa bisa tampil lebih lepas dan tidak terlalu terbebani situasi pertandingan.
"Senang, bangga bisa mencapai final, tetapi tidak mau dirayakan berlebihan. Masih ada laga final dan saya ingin mengambil gelar di sini," ujar Ubed.
Ia juga menilai pertandingan melawan Lanier menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuannya menghadapi pemain tersebut. Menurut dia, duel berlangsung seru dan intens, sekaligus memberinya keyakinan mampu mengalahkan lawannya.
Pada partai final hari ini, Ubed akan menghadapi wakil tuan rumah lainnya, Christo Popov, yang lolos setelah mengalahkan Hu Zhe An dari China. Christo saat ini menempati peringkat tiga BWF, sementara Ubed di ranking 28.
Ubed sebelumnya juga menyingkirkan sejumlah lawan tangguh dalam perjalanannya menuju final, termasuk Koki Watanabe dari Jepang dan Chi Yu Jen dari Taiwan pada perempat final. Kini, ia berpeluang menutup penampilan impresifnya di Paris dengan meraih gelar juara pertamanya di turnamen Super 750 sekaligus mengatrol peringkatnya.
Ubed juga satu-satunya wakil Indonesia di final setelah tiga lainnya kandas di empat besar.
Komentar (0)