Jakarta: Ketua DPR Puan Maharani menekankan pentingnya jaminan keselamatan dan perlindungan menyeluruh bagi seluruh petugas serta relawan yang berjuang di garis depan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perhatian negara dinilai krusial mengingat tingginya risiko keselamatan yang dihadapi.
“Para petugas dan relawan yang membantu penanganan berangkat dengan harapan dapat menyelamatkan sesama dan kembali kepada keluarganya. Pengabdian itu perlu ditopang perlindungan yang dapat diandalkan,” ujar Puan dalam keterangan tertulis, Minggu, 25 Oktober 2026.
Baca Juga :
Kabut Asap Pekat di Palangka Raya Picu Omzet UMKM Anjlok hingga 50 Persen
Puan turut menyampaikan duka cita atas gugurnya sejumlah petugas dan relawan saat memadamkan api karhutla di berbagai daerah. Khususnya di Kalimantan Tengah, kawasan TNBTS Probolinggo, hingga Barito Kuala.
“Tentunya kita banyak berterima kasih atas dedikasi para petugas dan bantuan relawan dalam proses penanganan karhutla. Kami atas nama DPR juga menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya sejumlah petugas dan relawan saat berjibaku memadamkan api,” imbuh Puan.
Banyaknya korban gugur dari pihak petugas dan relawan mendorong pentingnya mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pemadaman karhutla, terutama terkait standar keselamatan kerja. Puan menegaskan pengorbanan mereka harus diimbangi dengan perlindungan dan penghargaan yang layak.
“Petugas dan relawan pemadaman karhutla adalah pahlawan kemanusiaan karena berjuang demi membantu keselamatan masyarakat. Pengorbanan mereka seharusnya mendapat perlindungan dan penghargaan yang layak dari negara,” tegas Puan.
Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: Dok. Kemenhut.
Selain itu, Puan memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif kelompok perempuan dan relawan warga yang ikut memadamkan api maupun mengelola dapur umum logistik. Menurut Puan, peran perempuan dalam manajemen bencana sangat signifikan sehingga pemerintah perlu menjamin ruang aman serta dukungan operasional bagi mereka.
“Para perempuan yang ikut membantu penanganan karhutla membawa kemampuan dan pengalaman yang mereka miliki. Peran perempuan dalam penanganan bencana sangat signifikan. Mereka perlu didengar dan memperoleh dukungan yang memungkinkan pengabdiannya berlangsung dengan aman,” kata Puan.





Komentar (0)