Ahmad Ali: PSI Butuh Tokoh yang Benar-Benar Dicintai Masyarakat

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, meminta partainya merangkul tokoh-tokoh yang memiliki integritas, rekam jejak, dan kedekatan dengan masyarakat. Menurut dia, popularitas semata tidak cukup untuk membangun kepercayaan publik terhadap partai.

“Kita harus berani membaca kenyataan politik. PSI membutuhkan tokoh-tokoh yang benar-benar dicintai masyarakat, bukan sekadar terkenal. Tokoh yang memiliki rekam jejak, dipercaya, dan selama ini hadir membantu masyarakat. Mereka harus kita rangkul untuk membangun PSI bersama,” ujar dia saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kabupaten Bogor, Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga
  • Hadiri Rakorda PSI Bogor, Jokowi Didesak Masuk Kepengurusan Partai
  • Pemerintah Belum Satu Suara, Yusril Sebut Usulan Perubahan Definsi Korupsi Masih Perlu Didalami
  • Mundari Karya Ingatkan Isenmulang FC Waspadai Motivasi PSIM Yogyakarta

Rakorda tersebut turut dihadiri Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi, dan Ketua DPW PSI Jawa Barat Ijo Hapidin, bersama jajaran pengurus dan kader partai.

Ahmad Ali menilai, upaya membangun kekuatan politik harus berjalan seiring dengan pemahaman terhadap persoalan masyarakat. Ia mencontohkan, Kabupaten Bogor yang memiliki jumlah penduduk 5,72 juta jiwa dan pertumbuhan ekonomi 5,24 persen pada 2025. Namun, tingkat pengangguran terbuka di wilayah tersebut masih mencapai 7,69 persen atau sekitar 218 ribu orang, sedangkan jumlah penduduk miskin sekitar 402 ribu jiwa.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Ekonomi tumbuh, tetapi ratusan ribu masyarakat masih menganggur dan hidup dalam kemiskinan. Inilah persoalan yang harus dipahami kader PSI. Politik tidak boleh berhenti pada perebutan kekuasaan, tetapi harus menjadi jalan untuk menghadirkan solusi,” kata dia.

Ahmad Ali juga menekankan pentingnya penguatan struktur partai hingga tingkat desa. Dia mengajak generasi muda untuk terlibat dalam politik dan tidak bersikap apatis terhadap proses pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan masyarakat.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ketum Mardiono Pecat Anggota DPRD NTB Secara Sepihak, Internal PPP Panas Lagi?
• 19 jam lalu
0
thumb
Nasib Mata Uang Asia Sepekan: Rupiah Keok, Peso Filipina Lebih Parah
• 8 jam lalu
0
thumb
Indonesia Butuh 400.000 Kilo Liter Etanol untuk Wujudkan BBM E20
• 1 jam lalu
0
thumb
2 Anggota OPM Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga, TNI Sita Uang Puluhan Juta
• 11 jam lalu
0
thumb
Ini Kerusakan di Rumah Tasya Farasya, Diduga Akibat Mantan Suami
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.