Progres pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 1 Kaligawe–Sayung mencapai 79,42 persen per 22 Oktober 2026.
IDXChannel - Progres pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 1 Kaligawe–Sayung mencapai 79,42 persen per 22 Oktober 2026. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan proyek jalan tol yang terintegrasi dengan tanggul laut tersebut rampung pada akhir 2027.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, perkembangan pembangunan secara keseluruhan masih sesuai target. Namun, percepatan pekerjaan tetap harus memperhatikan kondisi tanah, mengingat proyek berada di kawasan pesisir dan laut yang membutuhkan proses konsolidasi sebelum konstruksi dilanjutkan.
"Untuk progres sudah 79,4 persen. Sebenarnya sudah on the track. So far, bagus kok. Semua pihak support penuh, tidak ada masalah," kata Dody dalam keterangan resmi, Sabtu (24/10/2026).
Berdasarkan data Kementerian PU, pembangunan Tol Semarang–Demak Seksi 1 terbagi dalam tiga paket pekerjaan. Paket 1A mencatat progres tertinggi sebesar 97,49 persen, sedangkan Paket 1B mencapai 75,22 persen dan Paket 1C sebesar 75,68 persen.
Paket 1A mencakup pembangunan di kawasan Kaligawe dan Sayung, termasuk jembatan Kaligawe, jalan layang, serta jalan dan fasilitas pendukung. Sebagian besar pekerjaan pada paket ini telah memasuki tahap akhir, dengan konstruksi jalan layang atau elevated yang telah tersambung hingga Paket 1B.
Sementara itu, Paket 1B mencakup pembangunan tanggul laut dan jalan utama sepanjang 6,73 kilometer, akses masuk dan keluar Terboyo, Jembatan Babon, Jembatan Sayung, area istirahat, serta gerbang tol dan fasilitas pendukung lainnya.
Pekerjaan pada paket tersebut masih membutuhkan tahapan perbaikan tanah, termasuk proses preloading dan masa tunggu konsolidasi yang direncanakan berlangsung total 425 hari. Tahapan ini diperlukan untuk menjaga kestabilan tanah sebelum konstruksi dilanjutkan.
Adapun Paket 1C meliputi pembangunan Kolam Retensi Terboyo seluas 189 hektare dan Kolam Retensi Sriwulan seluas 28 hektare, berikut rumah pompa dan saluran pendukung. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menampung aliran air dari sejumlah sungai dan mengalirkannya ke laut melalui Sungai Babon dengan bantuan pompa.
Dody menegaskan, kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas agar infrastruktur dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang. Menurut dia, pembangunan di kawasan pesisir tidak dapat dipaksakan karena membutuhkan pemadatan tanah secara sempurna sebelum pekerjaan timbunan dilanjutkan.
"Memang tidak bisa dipercepat juga, karena ada beberapa tahapan yang harus menunggu, misalnya pemampatan lahan itu harus benar-benar mampat, baru boleh ditumpuk lagi supaya benar-benar padat sempurna," ujarnya.
Selain mendukung konektivitas, proyek Tol Semarang–Demak juga dirancang untuk membantu mengurangi dampak banjir rob di kawasan pesisir Jawa Tengah. Kementerian PU menyebut pembangunan tanggul di kawasan Sayung telah memberikan dampak positif terhadap penanganan banjir di wilayah tersebut.
Pekerjaan selanjutnya akan dilanjutkan ke kawasan Demak melalui koordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Kementerian PU menargetkan Tol Semarang–Demak rampung pada akhir 2027. Pemerintah juga mengupayakan agar jalan tol tersebut dapat difungsionalkan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan konstruksi dan aspek keselamatan.
"Targetnya sih akhir 2027 selesai, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kita upayakan. Paling tidak nanti di Nataru 2027 bisa difungsionalkan," tutur Dody. (Wahyu Dwi Anggoro)






Komentar (0)