Kepala BNPB Tinjau Karhutla di Taman Way Kambas, Gencarkan OMC-Operasi Darat

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi memantau langsung perkembangan penanganan karhutla di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, pada Sabtu (24/10). Penanganan karhutla di TNWK diperkuat melalui operasi terpadu lintas instansi.

Kristomei didampingi Gubernur Lampung, Kasdam XXI/Radin Inten, dan Kepala BPBD Lampung. Ia memantau kondisi kawasan terdampak dari udara sekaligus meninjau upaya pemadaman melalui operasi darat.

Penanganan karhutla melibatkan BNPB, BPBD, TNI, Polri, BMKG, pemadam kebakaran, pengelola TNWK, dan instansi terkait lainnya.

BNPB Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca

Dukungan penanganan karhutla juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna Caravan.

Dalam operasi tersebut, dilakukan dua sortie penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl), masing-masing sebanyak 1.000 kilogram. Penyemaian dilakukan di wilayah Taman Nasional Way Kambas dan Kabupaten Lampung Barat untuk mendukung penanganan karhutla.

Kristomei menegaskan, penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan personel, kecepatan respons, dan ketepatan penentuan lokasi prioritas.

Ia juga menekankan pentingnya menyelaraskan hasil pemantauan udara dengan laporan tim darat, data titik panas (hotspot), serta informasi cuaca terkini. Integrasi data tersebut diperlukan untuk menentukan langkah operasional sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Menurut Kristomei, koordinasi lintas instansi menjadi kunci penanganan karhutla, terutama di kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis penting. Sinergi personel dan dukungan teknologi diharapkan dapat menekan penyebaran api serta melindungi ekosistem Taman Nasional Way Kambas.

Masyarakat Diimbau Tidak Membakar Lahan

Kristomei mengimbau masyarakat, petani, pemilik kebun, dan pelaku usaha agar tidak membakar lahan, hutan, maupun sampah secara terbuka di tengah kondisi cuaca kering.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya mencegah munculnya titik api baru dan mengurangi risiko meluasnya karhutla.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ditolak Beli Pertalite Di SPBU Klitik, Pelanggan Kecewa
• 16 jam lalu
0
thumb
Dasco Soroti Ancaman Narkoba Lintas Negara, 1,16 Ton Ketamin Digagalkan di Sumut
• 1 jam lalu
0
thumb
Kapolri Berhasil Bongkar Pabrik 1,2 Ton Sabu Pidie dan Ketamin Sumut, Pemuda Pancasila: Masa Depan Anak Bangsa Terselamatkan
• 14 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi 2026, Sasar 3.679 SPBU
• 1 jam lalu
0
thumb
Kebakaran 3 Ruko di Suryakencana Bogor, 15 Mobil Damkar Dikerahkan
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.