OpenAI Catat Remaja Rata-Rata Gunakan ChatGPT Kurang dari 15 Menit per Hari

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

OpenAI mengatakan bahwa kaum remaja rata-rata menghabiskan waktu kurang dari 15 menit sehari di ChatGPT.

OpenAI Catat Remaja Rata-Rata Gunakan ChatGPT Kurang dari 15 Menit per Hari.

IDXChannel - OpenAI mengatakan bahwa kaum remaja rata-rata menghabiskan waktu kurang dari 15 menit sehari di ChatGPT.

Dilansir dari Investing pada Sabtu (24/10/2026), kurang dari dua persen dari mereka berinteraksi dengan chatbot Itu selama lebih dari tiga jam berturut-turut.

Baca Juga:
OpenAI Ungkap Sejumlah Agen AI Kacaukan Sistem Pengawasan Internal

Pekan ini, perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang dipimpin Sam Altman itu merilis laporan pertamanya tentang penggunaan ChatGPT oleh remaja. Laporan itu dirilis di tengah kekhawatiran tentang dampak chatbot itu terhadap perkembangan dan kesehatan mental generasi muda.

Dalam laporannya, OpenAI mengklaim bahwa langkah-langkahnya untuk mengatur penggunaan remaja berhasil.

Baca Juga:
Takut Kalah Saing, OpenAI Bergegas Galang Dana Sebelum IPO Anthropic

Ketika pengingat istirahat muncul, setengah pengguna remaja beristirahat atau mengakhiri obrolan. Pengguna yang memiliki akses ke versi khusus remaja mengirimkan lebih banyak pertanyaan terkait pendidikan.

OpenAI mulai meluncurkan ChatGPT untuk Remaja pada Agustus. Mode ini aktif secara otomatis berdasarkan informasi usia atau ketika pengguna diperkirakan berusia di bawah 18 tahun. Mode ini memungkinkan kontrol orang tua yang lebih luas dan membatasi percakapan tentang topik sensitif.

Baca Juga:
OpenAI Bidik Valuasi Rp22.600 T, Jadi Perusahaan Privat Terbesar

Namun, sebuah laporan oleh organisasi nirlaba Common Sense Media yang juga dirilis pekan ini mengatakan bahwa ChatGPT untuk Remaja seringkali terlambat atau sama sekali tidak memberi tahu orang tua ketika akun remaja melakukan percakapan tentang bunuh diri, melukai diri sendiri, atau gangguan makan.

Studi tersebut, yang didasarkan pada lebih dari selusin akun yang khusus dibuat untuk pengujian, menemukan bahwa chatbot tersebut tidak secara andal menyarankan bantuan ketika hal itu terjadi.

Seorang juru bicara OpenAI mengatakan bahwa pengujian oleh Common Sense Media tidak secara akurat mencerminkan bagaimana pengamanan remaja ChatGPT bekerja.  (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sentil Penyaluran Bantuan Kuliah, Effendi Simbolon Minta Pemerintah Bersikap Adil terhadap PTS
• 4 jam lalu
0
thumb
Tiga Pekerja Pertamina Terima Tanda Kehormatan, Jadi Dorongan Perkuat Pengabdian dan Pelayanan
• 14 jam lalu
0
thumb
5 Cara Mengenali Orang dengan Kepercayaan Diri Tinggi dalam Percakapan
• 6 jam lalu
0
thumb
Menkes Budi Sadikin Tinjau Fasilitas Kesehatan di Kalteng di Tengah Asap Karhutla | KOMPAS SIANG
• 10 jam lalu
0
thumb
Usut Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Kapolri Terapkan TPPU untuk Miskinkan Pelaku
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.