Apa Itu Tren One Stop Family? Olahraga hingga Aktivitas Keluarga dalam Satu Tempat

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Mengatur waktu untuk berolahraga sekaligus menikmati kebersamaan keluarga kerap menjadi tantangan di tengah kesibukan sehari-hari. Kondisi ini mendorong munculnya konsep one stop family, yakni pendekatan yang menggabungkan beragam kebutuhan aktivitas keluarga dalam satu lokasi, mulai dari olahraga hingga kegiatan rekreasi.

Konsep tersebut memungkinkan orang tua dan anak menjalankan aktivitas berbeda tanpa harus berpindah-pindah tempat. Orang tua dapat berlatih kebugaran, sementara anak-anak mengikuti kegiatan fisik atau menikmati fasilitas yang sesuai dengan usia mereka. Dengan begitu, waktu bersama keluarga bisa berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan.

Baca Juga :
Kejurnas Catur 2026 Diikuti Ribuan Peserta
Bukan Cuma Harga, Ini yang Dicari Pelari Indonesia saat Memilih Sepatu
Apa Itu One Stop Family?

One stop family merupakan konsep yang mengintegrasikan berbagai fasilitas dan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga di satu tempat. Dalam konteks olahraga dan kebugaran, konsep ini biasanya mencakup pusat kebugaran, lapangan olahraga, kolam renang, serta ruang untuk kelas aktivitas fisik.

Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan keluarga modern yang menginginkan kegiatan lebih praktis. Alih-alih mendatangi beberapa lokasi untuk berolahraga atau mencari kegiatan bersama, keluarga dapat memilih aktivitas sesuai kebutuhan dalam satu kawasan.

Meski demikian, konsep tersebut bukan sekadar mengumpulkan banyak fasilitas. Kemudahan akses, variasi kegiatan, dan kesempatan berinteraksi juga menjadi bagian penting agar aktivitas fisik dapat dilakukan secara rutin.

Olahraga dan Waktu Bersama Keluarga dalam Satu Agenda

Salah satu tantangan dalam membangun kebiasaan hidup sehat adalah menjaga konsistensi. Jadwal pekerjaan, sekolah, dan aktivitas rumah tangga sering kali membuat olahraga menjadi kegiatan yang mudah ditunda.

Konsep one stop family menawarkan alternatif dengan menjadikan olahraga sebagai bagian dari agenda keluarga. Orang tua bisa menyisihkan waktu untuk latihan kebugaran, sedangkan anak-anak dapat melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Kegiatan bersama juga tidak harus selalu berupa olahraga yang sama. Setiap anggota keluarga dapat memilih aktivitas berbeda, kemudian meluangkan waktu untuk berkumpul sebelum atau sesudahnya.

Kebiasaan ini berpotensi membantu keluarga membangun rutinitas yang lebih aktif. Selain mendukung kesehatan fisik, aktivitas bersama dapat menjadi kesempatan untuk berkomunikasi dan mempererat hubungan antaranggota keluarga.

Baca Juga :
Tumbuh dalam Keluarga Serba Pas-pasan, 6 Barang Ini Sulit Dibuang Meski Sudah Usang
PBSI Dukung SenengMinton 2026, Harapan Lahirnya Juara Dunia dari Kudus
Tegaskan Peran KONI, Marciano Norman Soroti Pembinaan Olahraga Prestasi di HUT ke-88

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BNPB: 2.431 Hektare Lahan Karhutla di Sumatera Masih dalam Penanganan
• 21 jam lalu
0
thumb
Kredit Tumbuh Lebih Cepat dari DPK, BI Longgarkan Likuiditas Perbankan
• 12 jam lalu
0
thumb
Penampakan BYD Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol Diamankan di Polres Jaksel
• 8 jam lalu
0
thumb
Airlangga Buka Suara soal Revisi UU Tipikor, Singgung Syarat OECD
• 17 jam lalu
0
thumb
3 Negara yang Pernah Mengubah Mata Uangnya, dari Bulgaria hingga Venezuela
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.