Pengamat politik Adi Prayitno mengungkapkan dugaan di media sosial (medsos) di balik absennya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (23/10/2026).
Terdapat spekulasi yang beredar bahwa ketidakhadiran Dedi Mulyadi menandai dimulainya persaingan politik menuju Pilpres 2029 dengan Prabowo, mengingat elektabilitas KDM dalam simulasi capres di sejumlah survei cukup tinggi, bahkan melampaui RI 1.
"Ada yang ngomong di medsos dan menduga-duga jangan-jangan ini adalah babak baru yang menandai bahwa sebenarnya secara tidak langsung rivalitas dan persaingan politik menuju 2029 itu sudah mulai ditunjukkan kepada publik secara signifikan," katanya.
Meski demikian, Adi mengingatkan publik agar tidak mengabaikan fakta bahwa Dedi memiliki alasan lain yang berkaitan dengan tugas pemerintah daerah.
"Meski pada saat yang bersamaan kita juga tidak bisa loh menutup mata bahwa KDM itu tidak hadir karena beliau itu terjun langsung ke tempat kebakaran di sekitaran Gunung Ciremai," tegasnya.
Baca Juga: Elektabilitas Capai 69 Persen, Mengapa Posisi Dedi Mulyadi Belum Aman Menurut Pengamat?
Sebelumnya, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (23/10/2026), Dedi menjelaskan bahwa ketidakhadirannya dalam Rakornas TPAKD yang digelar di JIExpo, Jakarta, disebabkan karena dirinya memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.
Menurut Dedi, penanganan karhutla tersebut menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan lingkungan dan masyarakat.






Komentar (0)