jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid atau HNW menyebut Dana Abadi Pesantren seharusnya dipakai secara adil dan proporsional.
Hal itu disampaikan HNW dalam dialog menyambut Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) di Pondok Pesantren Husnul Khatimah, Kuningan, Jumat (23/10) kemarin.
BACA JUGA: Hari Santri 2026: Bantuan Pendidikan dan Renovasi Pesantren Capai Rp 27,5 Miliar
HNW menyebutkan baru Rp250 miliar dari total Dana Abadi Pendidikan sebesar Rp148 triliun yang baru tersalurkan ke lembaga pendidikan keagamaan.
Dia mengatakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren perlu merealisasikan Dana Abadi Pesantren secara proporsional dan adil.
BACA JUGA: Hari Santri 2026, Bamusi Luncurkan Majelis Mega Zikir di Masjid At-Taufiq
"Dana Abadi Pesantren menjadi salah satu perhatian penting dalam pembahasan tersebut, mengingat pesantren merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam pembentukan karakter, penguatan keagamaan, serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia," kata HNW seperti dikutip Sabtu (24/10).
Dia mendorong MPDI dan pesantren untuk terus menyuarakan aspirasi secara konstruktif, baik melalui komunikasi langsung dengan pemangku kebijakan maupun melalui ruang publik dan media sosial.
BACA JUGA: Asa dan Cita Santri Jateng di Hari Santri Nasional 2026
"Kebutuhan penguatan pesantren menjadi kepentingan bersama yang dirasakan oleh berbagai daerah," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum MPDI Abdurrahman Abdul Hasib mengatakan dukungan pemerintah melalui Dana Abadi Pesantren perlu berjalan beriringan dengan penguatan kemandirian lembaga pendidikan keagamaan.
Kiai Abdurrahman mengapresiasi dukungan para wakil rakyat yang turut memperjuangkan kebijakan bagi pesantren.
Namun, dia mengingatkan bahwa kemandirian merupakan salah satu karakter penting dalam tradisi pesantren yang harus terus dipelihara.
Menurutnya, pesantren memiliki pengalaman panjang dalam membangun kemandirian melalui kegiatan pendidikan, pertanian, kewirausahaan, koperasi, dan berbagai aktivitas produktif lainnya.
"Semangat tersebut perlu dikembangkan agar pesantren semakin kuat secara ekonomi dan mampu menjaga keberlanjutan pendidikan serta dakwahnya," ujar dia.
Kiai Abdurrahman menganggap penting menyiapkan santri agar hadir di ruang publik dan politik dengan bekal akhlak, ilmu, serta keberpihakan ke rakyat.
"Santri diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin di lingkungan pesantren, tetapi juga berkontribusi sebagai tokoh masyarakat, negarawan, dan pemimpin bangsa," kata Kiai Abdurrahman. (ast/jpnn)
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Aristo Setiawan





Komentar (0)