Deretan Seleb yang Speak Up soal Karhutla

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia hingga kini masih menjadi persoalan serius. Data satelit Nusantara Atlas mencatat akumulasi luas lahan terbakar mencapai 1,92 juta hektare hingga akhir September, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan akhir Agustus.

Berdasarkan data pemerintah, sebanyak 639 hektare lahan di enam provinsi prioritas masih dalam proses pemadaman hingga pertengahan Oktober 2026. Kondisi ini membuat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat hingga tembus 333.470 kasus sejak 18 Agustus hingga 21 Oktober 2026.

Baca Juga
  • Lima Hal yang Perlu Diperhatikan demi Melindungi Pemadam Karhutla
  • Lima Dampak Asap Karhutla bagi Kesehatan dan Cara Mengurangi Risikonya
  • Asap Karhutla Ancam Kesehatan Bayi, Ini Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Di tengah situasi tersebut, sejumlah figur publik Indonesia menyuarakan keresahan terhadap karhutla. Ada yang turun langsung ke Kalimantan untuk membantu pemadaman, ada pula yang bersuara melalui media sosial meski mengaku mengalami shadow ban. Berikut beberapa selebriti dan figur publik yang menyuarakan karhutla:

1. Raisa

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Penyanyi Raisa Andriana. - (Republika/Adysha Citra Ramadani)

 

Penyanyi Raisa menyuarakan isu karhutla melalui unggahan di Threads. Pelantun lagu "Serba Salah" itu membagikan unggahan yang menyoroti kondisi langit Jakarta sembari mengajak masyarakat membayangkan dampak kebakaran hutan di Kalimantan, Papua, dan daerah lainnya.

"Abaikan slide pertama! Walaupun bukan pemandangan baru, ini langit Jakarta. Bayangkan Kalimantan, Papua, dan daerah lain yg terdampak kebakaran hutan. No, we are not okay. And no, it is not under control," kata Raisa.

2. Wendi Cagur

Wendi Cagur (kanan). - (Dok. Instagram/@revtiayunatasya)

 

Komedian Wendi Cagur turut menyuarakan keresahannya mengenai karhutla melalui Instagram. Namun ia tak menyangka jangkauan konten yang ia repost sangat dibatasi, sehingga lebih sedikit orang yang dapat melihat unggahannya.

"Semenjak gue speak up tentang karhutla kemaren, gue baru sadar ternyata perlahan akses orang lain melihat apa yang gue repost di Instastory gue ternyata sangat sangat dibatasi, Edan. Padahal kan gue cuma menyampaikan apa yang menjadi keresahan gue. Cuma bersuara kecil tentang kondisi yang jadi concern gue," kata Wendi dalam unggahannya.

Menurut Wendi, seharusnya shadow ban diberlakukan pada konten judi online dan pinjaman online, bukan isu karhutla, "Masa bersuara tentang karhutla gak boleh. Sementara konten-konten dan komen-komen judol dan pinjol masih merajalela. Kok bisa? Buat teman-teman yang lain jangan berhenti bersuara yah. Minimal sampai bencana ini beneran selesai ditangani. Fighting," kata dia.

3. Andien

Penyanyi Andien. - (Dok. Republika/Prayogi)

 

Penyanyi Andien juga menduga akun Instagram miliknya mengalami shadow ban setelah berulang kali membagikan ulang informasi mengenai karhutla. la mengaku mengalami penurunan jumlah penonton, termasuk ketika hendak mempromosikan video klip terbarunya.

"Kayaknya kena shadow ban di Instagram karena repost-repost Karhutla tiada henti. Mau promoin video klip baru tapi viewers-nya drop," kata Andien dalam unggahannya.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BKSDA selamatkan induk dan anak orangutan yang terjerat di Kotim
• 1 jam lalu
0
thumb
700 BUMN Bakal Ditutup hingga Desember 2026, Perusahaan Merugi Jadi Sasaran!
• 18 jam lalu
0
thumb
Bukan Fundamental Emiten, Airlangga Sebut Isu MSCI Soal Tata Kelola Pasar
• 21 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Lahan Menjadi-jadi, Gunung-Gunung RI Ikut Hangus Terbakar
• 8 jam lalu
0
thumb
Malaysia Tetap Tuntut Indonesia soal Kabut Asap, Meski Akui Hubungan Baik Kedua Negara
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.