Jakarta, VIVA – Pemerintah Malaysia tetap menuntut Indonesia mengambil tindakan efektif untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas batas. Meski menghargai hubungan bilateral dengan Indonesia, Kuala Lumpur menegaskan berhak meminta langkah nyata demi melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya.
Persoalan kabut asap tersebut rencananya akan dibawa Malaysia ke pertemuan tingkat menteri luar negeri ASEAN di Manila, Filipina, pada November 2026. Langkah ini diambil karena pemerintah Malaysia menilai penanganan karhutla yang berdampak lintas negara perlu mendapat perhatian lebih serius.
Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, mengatakan negaranya tetap menghormati hubungan baik dengan Indonesia. Namun, penghormatan tersebut tidak menghilangkan hak Malaysia untuk menuntut penanganan pencemaran udara yang berdampak pada masyarakatnya.
"Kami menghargai hubungan baik kami dengan Indonesia, tetapi kami juga berhak menuntut tindakan efektif ketika pencemaran lintas batas berdampak pada rakyat kami," kata Arthur dalam konferensi pers, seperti dilaporkan New Straits Times.
Malaysia Minta Pemadaman hingga Sumber KebakaranArthur menegaskan Malaysia berharap Indonesia meningkatkan upaya pemadaman karhutla hingga ke sumber kebakaran. Pemerintah Indonesia juga diharapkan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran yang menyebabkan kabut asap.
Menurut Arthur, Malaysia bahkan menyatakan kesiapannya untuk membantu Indonesia dalam menangani persoalan tersebut. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya perhatian Kuala Lumpur terhadap dampak pencemaran udara lintas batas.
"Kami siap membantu" Indonesia, ujar Arthur.
Malaysia menilai penanganan karhutla perlu dilakukan secara efektif agar dampak kabut asap terhadap masyarakat dapat dikurangi. Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan kebakaran di wilayah Indonesia, tetapi juga menyangkut kualitas udara dan kesehatan penduduk di negara tetangga.
Meski demikian, Arthur menegaskan bahwa hubungan baik kedua negara tetap dihargai. Pemerintah Malaysia ingin persoalan tersebut ditangani melalui langkah konkret tanpa mengabaikan hubungan bilateral yang telah terjalin.
Isu Kabut Asap Dibawa ke Pertemuan ASEANPemerintah Malaysia telah memutuskan untuk membawa persoalan kabut asap lintas batas ke tingkat regional. Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, dijadwalkan mengangkat isu tersebut dalam pertemuan tingkat menteri ASEAN di Manila, Filipina, pada awal November mendatang.






Komentar (0)