JAKARTA -- Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memberikan penjelasan terkait sorotan terhadap pengangkatan anaknya sebagai tenaga ahli di kementerian yang dipimpinnya. Menhaj memaparkan keterlibatan anak dan para santrinya sejak awal pembentukan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), proses pengangkatan dan kompetensi tenaga ahli, hingga kondisi keterbatasan pegawai kementerian.
Menhaj menjelaskan, setelah dirinya dan Wakil Menteri dilantik memimpin BP Haji pada akhir Oktober 2024, lembaga tersebut belum memiliki struktur organisasi, kantor, maupun staf pendukung yang memadai.
Baca Juga
UMKM Kepri Didorong Masuk Rantai Pasok Industri dan Pariwisata
Arupa dan Civo Tawarkan Infrastruktur Cloud dengan Biaya Lebih Efisien
Bunga Gerogoti Biaya Hidup Penduduk Dunia, Utang Global Capai Rekor Rp6,6 Kuintiliun
“Keluar dari istana kita enggak punya staf, kita enggak punya kantor, kita enggak punya apa-apa,” ujar menteri yang akrab dipanggil Gus Irfan dalam siaran persnya, Jumat (23/10/2026).
Dalam kondisi tersebut, sejumlah pihak terdekat turut membantu pekerjaan pembentukan lembaga. Menurut Menhaj, anak dan para santrinya terlibat secara sukarela selama sekitar tiga hingga empat bulan tanpa menerima gaji.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Akhirnya Bang Dahnil (Wamenhaj sekarang) disambut timnya dari Kementerian Pertahanan, saya disambut santri-santri saya dan sama anak saya. Dan mereka ini yang tanpa diminta membantu pembentukan badan penyelenggara haji itu. Tanpa gaji tanpa apa-apa selama tiga atau empat bulan. Itu yang terjadi,” ucapnya.
Seiring perkembangan kelembagaan hingga menjadi Kementerian Haji dan Umrah, sebagian pihak yang sebelumnya membantu dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan, kemudian diangkat menjadi tenaga ahli. Sebagian lainnya kembali ke pondok dan aktivitas masing-masing.
“Sampai kemudian ada beberapa yang saya masukkan menjadi tenaga ahli, ada sebagian kembali ke basic-nya tuh ada yang balik ke pondok, ada yang balik ini, karena mereka hanya sekadar ikhlas membantu,” kata Gus Irfan.
Ia juga menyampaikan penjelasan mengenai alokasi personel pendukung Menteri dan jumlah posisi yang diambilnya.
“Kementerian Haji, sebagai menteri saya punya hak untuk menetapkan tiga staf khusus, saya ambil cuma satu. Saya dapat lima tenaga ahli, saya ambil cuma empat,” jelas Gus Irfan.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (kanan) mengunjungi stand UMKM di kawasan Stadion Wilis, Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026). Kementerian Haji dan Umrah bersama Pemkot Madiun menggelar Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah yang diikuti 300 unit usaha dari berbagai daerah di Jawa Timur dengan memamerkan produk haji dan umrah, makanan-minuman halal, fesyen muslim, kerajinan, industri kreatif, serta produk olahan guna memperkuat ekosistem ekonomi yang berdaya saing dan berkelanjutan. - (ANTARA FOTO/Muhammad Mada)
Komentar (0)