Dino Patti Djalal Buka Suara soal MSCI, Ini Masukan untuk Pemerintah

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Luar Negeri pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dino Patti Djalal, menyoroti penurunan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah karena mencerminkan persoalan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Menurut Dino, erosi kepercayaan di kalangan pelaku usaha, baik di dalam maupun luar negeri, perlu diantisipasi sejak dini. Jika dibiarkan, kondisi ini berisiko meluas dan memicu krisis ekonomi, sosial, hingga politik.

Baca Juga :
Bos OJK Curhat ke Prabowo soal Ancaman MSCI, Akui Penegakan Hukum Pasar Modal Belum Keras
OJK Jatuhkan Sanksi Rp1,5 Triliun, 74 Persen Emiten di Bursa RI Catat Laba

"Belakangan ini benih-benih erosi kepercayaan sudah mulai kelihatan di kalangan pengusaha baik di luar maupun di dalam negeri. Erosi kepercayaan di dalam negeri sudah terasa di pengusaha papan atas, menengah dan bawah. Kalau presiden tidak mencium gejala ini berarti beliau tidak mendapaat informasi yang sebenarnya mengenai kondisi di lapangan," kata dia dikutip dari akun Instagram resminya, Sabtu (24/10/2026). 

Dino juga menyarankan pemerintah segera mengambil langkah untuk memulihkan kepercayaan pelaku usaha dan investor sebelum kondisinya semakin memburuk. Menurutnya, pemerintah masih memiliki waktu tiga tahun ke depan untuk memperbaiki keadaan tersebut.

Dalam keterangannya, Dino juga menjelaskan bahwa MSCI tidak seperti IMF yang tidak dapat dipengaruhi kepentingan politik pemerintah terntetu. Lantaran independensi ini lah para investor global menjadikan MSCI sebagai acuan utama dalam melihat pasar saham.

"MSCI itu organisasi non pemerintah yang netral, independent dan tidak berkepentingan dan karena itu MSCI menjadi acuan utama bagi para investor global. Modal dasar MSCI adalah kepercayaan dan karena itu mereka tidak akan mau didikte negara manapun dan hanya tunduk pada benchmark yang telah mereka tetapkan sendiri," kata dia.

Dino juga mengingatkan bahwa skor Indonesia dalam indeks MSCI pernah berada di angkat 2,6 persen. Namun sekarang dengan kriteria yang sama skor Indonesia anjlok ke 0,3 persen. 

Menurut Dino, di tengah situasi saat ini pemerintah tidak perlu memandang MSCI sebagai lawan yang harus dikalahkan. Ia menilai persoalan ini bukan ajang adu kekuatan. Sebaliknya, pemerintah perlu memahami penilaian MSCI dan menyusun strategi yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut.

Baca Juga :
OJK Pertanyakan Ancaman MSCI, Apa yang Membuat Bursa RI Terancam Turun Kelas?
MSCI Jadi Sorotan Pasar, Danantara Malah Mulai Serok Saham BUMN dalam Dua Hari Terakhir
Goldman Sachs Ungkap Syarat RI Terhindar dari Penurunan Status MSCI, Dana Rp100 Triliun Terancam

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rutan Salemba Gagalkan Penyelundupan 65 Cartridge Vape Diduga Etomidate
• 3 jam lalu
0
thumb
NASA Targetkan Astronaut Kembali Mendarat di Bulan pada 2028 Lewat Misi Artemis IV, SpaceX dan Blue Origin Siapkan Modul Pend
• 2 jam lalu
0
thumb
700 BUMN Bakal Ditutup hingga Desember 2026, Perusahaan Merugi Jadi Sasaran!
• 19 jam lalu
0
thumb
Harga iPhone Duo di Indonesia Tembus Rp75 Juta, Ini Keunggulan iPhone Lipat Pertama Apple
• 17 jam lalu
0
thumb
TKA Jenjang SMA Dimulai 26 Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.