Situasi yang melelahkan, seperti perjalanan panjang, kurang tidur, hingga terburu-buru, bisa membuat orang tua lebih sulit mengendalikan emosi. Namun, kondisi tersebut tidak membenarkan tindakan kekerasan terhadap anak.
Psikolog Klinis Anak, Remaja, dan Keluarga, Roslina Verauli, M.PSi.,Psikolog menjelaskan, dalam perspektif psikologi anak dan pengasuhan, situasi dengan tekanan tinggi dapat memengaruhi kemampuan orang dewasa dalam mengatur emosi dan mengendalikan impuls, Moms.
Kondisi tersebut bisa terjadi ketika orang tua mengalami kelelahan fisik, lapar, kurang tidur, atau menghadapi banyak tekanan dalam waktu bersamaan.
Meski demikian, orang tua tetap bertanggung jawab untuk memastikan anak berada dalam kondisi aman.
"Anak tidak seharusnya menjadi tempat pelampiasan emosi orang dewasa,” ujar Roslina saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Kekerasan di Ruang Publik Harus jadi Perhatian BersamaRoslina juga mengingatkan bahwa kekerasan terhadap anak yang terlihat di ruang publik perlu menjadi perhatian bersama. Meski pola kekerasan dalam keluarga tidak dapat disimpulkan hanya dari satu rekaman, perlindungan anak tetap harus menjadi prioritas.
“Namun, tidak berarti kekerasan terhadap anak dapat dibenarkan. Anak tidak boleh menjadi tempat pelampiasan beban orang dewasa,” tegasnya.
Oleh karena itu, orang tua perlu mengenali situasi yang berpotensi memicu stres tinggi dan mempertimbangkan dukungan yang dibutuhkan ketika mengasuh anak.
Terlebih, ketika bepergian atau menghadapi situasi yang melelahkan, bantuan dari pasangan maupun orang dewasa lain dapat membantu meringankan beban pengasuhan.
Dengan mengenali batas kemampuan diri dan mencari bantuan saat dibutuhkan, orang tua dapat berupaya merespons situasi dengan lebih tenang tanpa mengorbankan rasa aman anak.






Komentar (0)