Tulungagung (beritajatim.com) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tulungagung menjadi sorotan netizen. Hal ini bermula dari unggahan di akun medsos instagram @dwp_kab.tulungagung tentang kegiatan Study Referensi ke Wonosobo. Dalam video tersebut terekam aktivitas istri para pejabat dan pensiunan berkunjung ke sejumlah wisata di kawasan Dieng. Kegiatan ini diketahui menggunakan pendanaan dari APBD Tulungagung.
Study referensi dilaksanakan sejak tanggal 19 hingga 21 Oktober 2026. Pada tanggal 19 Oktober 2026, DWP Tulungagung menuju ke Wonosobo. Rangkaian dimulai dengan kunjungan ke destinasi wisata Pintu Langit, Kawah Sikidang, Telaga Menjer sekaligus makan siang. Rombongan selanjutnya, menuju hotel untuk istirahat sebelum mengikuti gala dinner di Dipayana Cafe.
Pada tanggal 21 Oktober 2026, rombongan DWP Tulungagung melakukan agenda utama yakni study referensi ke DWP Wonosobo yang bertempat di kantor bupati. Kegiatan diawali dengan sambutan Penasehat DWP Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat dan dilanjutkan dengan ucapan terimakasih dari Ketua DWP Tulungagung, Endang Tri Hariadi.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, penyerahan cinderamata, foto bersama, ramah tamah sembari menikmati kuliner khas Wonosobo seperti mie ongklok, soto golak dan tempe kemul. Setelah itu, rombongan melanjutkan ke pusat oleh-oleh Dinasty.
Rombongan DWP Tulungagung melanjutkan perjalanan ke Solo untuk menikmati makan malam berupa sate kambing Pak Manto sebelum kembali ke Tulungagung. Saat ini video kegiatan berkunjung ke lokasi wisata tersebut telah dihapus dari akun instagram.
Kegiatan study referensi DWP Tulungagung ke Wonosobo difasilitasi oleh Kesra Setda Tulungagung. Adapun biaya yang digunakan untuk study referensi DWP Tulungagung mencapai Rp50 juta.
“Biasanya itu kegiatan tahunan. Seingat saya dianggarkan Rp50 juta,” ujar Kabag Kesra Tulungagung, Makrus Manan, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Makrus, kegiatan study referensi bertujuan untuk pengembangan organisasi dan menjalin kolaborasi antara DWP Tulungagung dengan DWP Wonosobo.
“Fokusnya pengembangan dan penguatan terhadap organisasi. Kemarin study referensi dilakukan di Wonosobo,” pungkasnya. [nm/ian]





Komentar (0)