jpnn.com, JAKARTA - Rapat Umum Anggota (RUA) Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti pada 17 Oktober 2026 di Hotel Ritz-Carlton Kuningan, Jakarta, berakhir ricuh.
Insiden terjadi saat proses pemungutan suara pemilihan ketua umum berlangsung dan melibatkan sejumlah peserta, panitia, serta Steering Committee (SC).
BACA JUGA: BDO Legal dan IKA FH Unpad Gelar Turnamen Golf Bertema Keberlanjutan & Peduli Lingkungan Hidup
Dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (24/10/20) menyebutkan sejumlah peserta termasuk Azis Syamsudin sebagai salah satu kandidat Azis Syamsudin mempersoalkan durasi pemungutan suara serta menyampaikan keberatan karena ada peserta yang mengaku belum dipanggil untuk menggunakan hak pilih.
Sikap Azis tersebut menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai ketegangan dalam kegiatan tersebut.
BACA JUGA: Patra M Zen Terpilih Menjadi Ketua Umum IKA-FH Unsri
Namun, hingga berita ini disusun, belum tersedia tanggapan langsung dari Azis terkait dugaan tindakan yang terekam dalam video yang beredar di media sosial.
Menurut seorang narasumber yang hadir dan meminta identitasnya dirahasiakan, pemungutan suara dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dengan mekanisme pemanggilan pemilih satu per satu.
BACA JUGA: Indonesia Re Dukung Penanaman 3.250 Mangrove bersama STMA Trisakti
Narasumber tersebut menyatakan panitia dan SC memberikan penjelasan mengenai daftar pemilih, urutan pemanggilan, serta prosedur untuk menyelesaikan keberatan.
Meski demikian, kritik terhadap penyelenggara disebut masih berlanjut dari pihak yang mendukung pencalonan Azis.
Ketegangan dilaporkan meningkat sekitar pukul 19.30 WIB ketika sejumlah peserta mendekati podium dan terjadi aksi saling dorong.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, Azis terlihat berada dalam situasi tegang dengan penyelenggara.
Selain itu, terdapat laporan mengenai dugaan dorongan terhadap panitia dan petugas keamanan hotel oleh sejumlah orang yang disebut sebagai pendukung Azis.
Namun, informasi mengenai pihak yang melakukan tindakan kekerasan belum terverifikasi secara independen.
Hingga saat ini, belum ada keterangan terkonfirmasi yang memastikan siapa saja yang terlibat dalam dugaan keterangan maupun kronologi lengkap insiden tersebut.
Pihak kandidat lain, termasuk kubu Sahala Siahaan, juga belum menyampaikan tanggapan mengenai peristiwa itu berdasarkan informasi yang tersedia.
Kericuhan tersebut menyisakan pertanyaan mengenai jalannya pemungutan suara dan penanganan keberatan peserta dalam RUA IKA FH Trisakti.
Klarifikasi dari Azis Syamsudin, panitia, dan Steering Committee diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai penyebab serta rangkaian kejadian dalam forum tersebut.(Fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari





Komentar (0)