Yordania, VIVA –Tujuh orang tewas dalam serangan bersenjata di sebuah gereja di wilayah Karak, Yordania tengah, saat upacara pemakaman berlangsung pada Jumat (23/10) waktu setempat. Selain korban tewas, sedikitnya 34 orang lainnya terluka setelah sejumlah pria bersenjata melepaskan tembakan di gereja yang berada di Hmoud, wilayah Karak.
Insiden ini bermula saat sejumlah orang yang belum diketahui identitasnya dilaporkan tiba menggunakan mobil dan masuk ke dalam gereja. Orang-orang tersebut kemudian melepaskan tembakan sebelum melarikan diri. Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Melansir laman BBC, Sabtu (24/10), dalam konferensi pers, Menteri Dalam Negeri Yordania Mazen al-Faraya mengatakan pihak berwenang sedang berupaya menangkap para pelaku. Ia menyebut mereka sebagai kelompok ekstremis.
Raja Yordania Abdullah II menegaskan bahwa para pelaku serangan teroris di Karak akan menghadapi hukuman seberat-beratnya.
Laporan awal menyebutkan tujuh orang tewas dalam serangan tersebut. Namun, juru bicara pemerintah sempat menyatakan jumlah korban meninggal sebanyak enam orang, sebelum pejabat kembali memperbaruinya menjadi tujuh orang.
Rekaman CCTV Saat KejadianRekaman kamera pengawas (CCTV) yang telah diverifikasi BBC tampak memperlihatkan tiga pria bersenjata berjalan dari sebuah jalan menuju gereja. Dua pelaku terlihat menuju akses kendaraan di area gereja. Mereka sempat mundur sebelum kembali bersama seorang pria ketiga. Ketiganya tampak membawa senjata api jenis pistol.
Rekaman lain yang diduga diambil setelah serangan memperlihatkan sejumlah orang tergeletak di tanah, baik yang meninggal maupun terluka. Situasi di lokasi tampak kacau.
Sejumlah saksi mata menggambarkan kepanikan di dalam gereja. Orang-orang berusaha berlindung di bawah bangku gereja dan menjauh dari jendela untuk menghindari tembakan.
Suara doa dan teriakan terdengar di seluruh bangunan ketika sebagian orang berusaha menyelamatkan diri.
Khalid al-Mdanat, yang berada di gereja saat kejadian, mengatakan kepada BBC Arabic bahwa serangan berlangsung sekitar 15 menit. Selama itu, orang-orang berusaha melarikan diri ketika tembakan masih terdengar.
"Orang-orang mulai saling mendorong dan menjatuhkan diri ke lantai. Sebagian berlindung, sebagian memeluk orang-orang yang telah meninggal, sementara yang lain mendekap anak-anak mereka. Ada pula yang membawa anak-anak mereka untuk melarikan diri, sedangkan sebagian lainnya berpegangan pada teman-teman yang berada di gereja," kata dia.






Komentar (0)