Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata sementara di kota Oleshky yang diduduki Rusia untuk memfasilitasi operasi kemanusiaan.
IDXChannel - Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata sementara di kota Oleshky yang diduduki Rusia untuk memfasilitasi operasi kemanusiaan. Sementara itu, para negosiator tengah bersiap untuk putaran perundingan damai berikutnya yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada November.
Berdasarkan laporan Reuters pada Jumat (24/10/2026), gencatan senjata yang dijadwalkan dimulai pada 27 Oktober ini akan memungkinkan penyaluran bantuan kemanusiaan serta evakuasi warga sipil melalui koridor aman yang telah ditetapkan.
Kesepakatan tersebut dikoordinasikan dengan bantuan Ibu Negara AS, Melania Trump, yang juga terlibat dalam upaya mempertemukan kembali anak-anak Ukraina yang dibawa ke Rusia dengan keluarga mereka.
Kepala militer Rusia, Valery Gerasimov, menyatakan bahwa pasukan akan menghentikan operasi mulai pukul 04.00 waktu setempat pada Selasa.
Pejabat Ukraina mengatakan misi kemanusiaan tersebut mencakup pembersihan ranjau di jalan akses, pengiriman kebutuhan pokok, serta evakuasi penduduk yang rentan.
Oleshky, yang terletak di seberang Sungai Dnipro dari Kherson—wilayah yang dikuasai Ukraina—kini hanya menyisakan sekitar 1.700 hingga 2.000 penduduk, jauh berkurang dari jumlah sebelum perang yang mencapai 24.000 jiwa.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengungkapkan bahwa perwakilan dari Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat sedang mempersiapkan negosiasi damai di tingkat teknis yang akan berlangsung pada paruh pertama November.
Abu Dhabi dipertimbangkan sebagai lokasi pertemuan, meskipun seorang pejabat AS mengisyaratkan bahwa Swiss juga masih menjadi salah satu kemungkinan.
Zelenskiy berharap diskusi tersebut pada akhirnya dapat mengarah pada pertemuan antara para pemimpin negara.
Namun, ketegangan antara Washington dan Kyiv masih berlanjut terkait pembatasan pada layanan komunikasi Starlink yang digunakan oleh pasukan Ukraina.
Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menghubungi CEO SpaceX, Elon Musk, jika diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pihak Ukraina menegaskan bahwa pembatasan kecepatan yang diberlakukan sejak 13 Oktober masih tetap berlaku.
Zelenskiy mengatakan, setiap kesepakatan damai akan memerlukan jaminan keamanan yang substansial serta pendanaan untuk mendukung militer Ukraina selama satu dekade ke depan.
Secara terpisah, Rusia dan Ukraina melakukan pertukaran 270 tawanan perang dari masing-masing pihak pada Jumat—pertukaran pertama sejak Agustus. Jaksa Ukraina melaporkan bahwa lebih dari 19.000 warga sipil, termasuk 762 anak-anak, telah tewas sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada 2022. (Febrina Ratna Iskana)






Komentar (0)