CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa menilai kinerja wasit Super League 2026/27 secara umum sudah baik hingga pekan keenam.
Meski begitu, ia menyebut masih ada aspek yang perlu dibenahi, terutama penggunaan asisten wasit video (VAR).
"Setelah enam pekan, secara umum, kami telah memeriksa setiap insiden. Kemudian, secara umum kami merasa puas dengan wasit kami. Mereka menunjukkan performa yang baik," kata Ogawa di Jakarta, Jumat (23/10).
Kendati puas, Ogawa menegaskan evaluasi tetap diperlukan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan pertandingan.
Menurut dia, penilaian positif tersebut baru bersifat umum, sementara pemeriksaan yang lebih rinci menemukan sejumlah hal yang harus diperbaiki.
Perhatian utama tertuju pada penggunaan VAR, khususnya ketika wasit harus meninjau ulang suatu insiden melalui monitor di tepi lapangan.
"Kami harus memperbaikinya, terutama VAR. Ketika VAR ikut campur, maka wasit harus melihat dan memeriksa tayangan ulang di lapangan. Ini benar-benar poin yang penting," ujar Ogawa.
Selain soal VAR, Ogawa menjelaskan prosedur penanganan gangguan keamanan akibat kericuhan penonton selama pertandingan.
Ia menyebut wasit harus mempertimbangkan tingkat bahaya dan keselamatan semua pihak sebelum memutuskan menghentikan laga.
Wasit, kata dia, wajib menghentikan pertandingan jika terjadi ancaman keamanan serius, seperti pelemparan botol atau benda lain ke lapangan.
"Lalu, apakah (pertandingannya) dilanjutkan atau tidak? Harus dibahas bersama komisaris pertandingan (match commissioner) atau petugas keamanan. Ini poin yang sangat penting," katanya.
Ogawa menambahkan, kemampuan wasit mengenali situasi berbahaya menjadi faktor penting dalam menentukan tindakan yang harus diambil.
"Kalau wasit tidak bisa mengenali situasinya, tidak ada kesempatan untuk menghentikan pertandingan. Tapi, kalau ada situasi yang benar-benar berbahaya, maka wasit melalui wasit keempat mereka dan mendapat beberapa informasi dari wasit, baru dihentikan. Karena yang paling penting adalah keselamatan," ujarnya.
Sementara itu, hingga pekan keenam, Persija Jakarta memimpin klasemen Super League 2026/2027 dengan 15 poin dari enam pertandingan.
Dewa United menyusul di posisi kedua dengan 14 poin, disusul Madura United FC dengan 13 poin.
Di dasar klasemen, PSIM Yogyakarta dan Persijap Jepara menjadi dua tim yang belum meraih kemenangan. PSIM menempati peringkat ke-17 dengan satu poin, sedangkan Persijap berada di posisi juru kunci tanpa poin.





Komentar (0)