Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Daerah Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Potensi ekonomi kreatif di berbagai daerah dinilai belum dapat berkembang optimal tanpa dukungan akses pembiayaan, perluasan pasar, dan regulasi yang transparan. Penguatan ekosistem usaha menjadi kebutuhan agar industri kreatif daerah mampu meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kementerian Ekonomi Kreatif menempatkan pengembangan potensi daerah sebagai salah satu fokus untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru. Strategi tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan jejaring komunitas kreatif di berbagai wilayah.

Baca Juga
  • BNI Dorong Batik Jadi Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif
  • Keterbatasan Lahan Jadi Peluang, Solo Dorong Ekonomi Kreatif Berkelanjutan

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pengembangan industri kreatif perlu dimulai dari daerah. Setiap wilayah memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi bernilai tambah apabila didukung ekosistem usaha yang memadai.

“Dan inilah sebetulnya yang kita sedang perjuangkan bersama, ya, karena spirit daripada ekonomi kreatif yang juga diarahkan oleh Bapak Presiden Prabowo adalah bagaimana ekonomi kreatif ini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” kata Teuku Riefky dalam forum Suara Ekraf Indonesia di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Salah satu tantangan yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif daerah adalah keterbatasan akses terhadap pembiayaan dan pasar. Selain itu, pelaku industri membutuhkan regulasi yang transparan serta kesempatan untuk terhubung dengan jejaring bisnis nasional dan internasional.

Berbagai kebutuhan tersebut menjadi aspirasi pelaku ekonomi kreatif yang dihimpun Indonesian Creative Cities Network (ICCN) dari 38 provinsi. Aspirasi itu kemudian dirangkum dalam Manifesto Suara Ekraf Indonesia sebagai masukan bagi pengembangan kebijakan ekonomi kreatif nasional.

Ketua Umum ICCN TB Fiki C. Satari mengatakan manifesto tersebut memuat sejumlah persoalan dan usulan dari pelaku ekonomi kreatif di daerah. Menurutnya, aspirasi yang telah dihimpun perlu ditindaklanjuti menjadi program yang dapat memberikan manfaat nyata.

“ICCN, Indonesian Creative Cities Network akan memastikan, mengawal semua tadi apa yang sudah disampaikan dari manifestonya untuk bisa menjadi rencana aksi, dan rencana aksi bisa dikonkretkan, jadi aksi yang konkret, yang dapat menghadirkan kemajuan yang berkelanjutan, dan berdampak positif bagi pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia,” ujar Fiki.

Fiki menjelaskan sejumlah usulan dalam manifesto mencakup penguatan kolaborasi antarpelaku industri, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta pembentukan forum yang menghubungkan pelaku ekonomi kreatif daerah dengan jejaring nasional maupun internasional.

Keterhubungan tersebut dinilai penting agar produk dan layanan kreatif dari daerah memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Penguatan jejaring juga diharapkan membantu pelaku usaha memperoleh akses terhadap peluang bisnis dan kerja sama lintas wilayah.

Teuku Riefky mengapresiasi peran ICCN yang telah membangun jejaring dan mendampingi pengembangan kota kreatif selama lebih dari satu dekade. Kementerian Ekonomi Kreatif menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan ICCN dalam menyerap aspirasi daerah dan mendukung pengembangan kabupaten serta kota kreatif.

Forum Suara Ekraf Indonesia merupakan rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang berlangsung di Jakarta dengan tema “From Regions to the World”. Kegiatan tersebut mempertemukan aspirasi pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah untuk menjadi masukan dalam pengembangan industri kreatif nasional.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dulu Dibakar, Limbah Jagung di Kawasan Transmigrasi Selaparang Kini Jadi Penyubur Tanah
• 5 jam lalu
0
thumb
Pertamina Datangkan 15,1 Juta Liter Pertalite dari Malaysia untuk Perkuat Pasokan BBM di Lampung
• 2 jam lalu
0
thumb
Wamendagri Wiyagus Dorong Penguatan Peran Karang Taruna sebagai Penggerak Pembangunan
• 4 jam lalu
0
thumb
Beda Ade & Lukas soal Efek Putusan MK soal Gibran, Hensa Singgung Prabowo atau Jokowi | BOLA LIAR
• 12 jam lalu
0
thumb
Gempa Tibet Renggut 16 Nyawa, Xi Jinping Perintahkan Penanganan Maksimal
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.