Jakarta, VIVA – Dihormati dan dikagumi orang lain merupakan bentuk penghargaan yang menyenangkan. Namun, kepercayaan tersebut juga membawa tanggung jawab, terutama dalam memperlakukan orang lain secara adil dan penuh rasa hormat.
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi umumnya mampu memahami perasaan diri sendiri maupun orang lain. Mereka tidak hanya pandai mengendalikan emosi, tetapi juga berusaha menjaga sikap, bertanggung jawab atas keputusan, serta membangun hubungan yang sehat.
Dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sosial, kemampuan tersebut dapat membantu seseorang menjadi pribadi yang dipercaya. Sejumlah pakar kepemimpinan dan hubungan interpersonal menyoroti beberapa kebiasaan yang membuat seseorang lebih dihormati dan dikagumi. Melansird dari YourTango, berikut enam kebiasaan yang bisa dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menetapkan batasan dalam hubungan memang terdengar sederhana, tetapi penerapannya tidak selalu mudah. Seseorang terkadang merasa tidak enak menolak permintaan, menyampaikan ketidaknyamanan, atau membela kebutuhan dirinya sendiri karena takut mengecewakan orang lain.
Padahal, batasan yang sehat membantu seseorang menjaga keseimbangan antara menghargai orang lain dan menghormati diri sendiri. Orang yang dikagumi biasanya mampu menyampaikan batasan secara tegas tanpa harus bersikap kasar.
Pelatih dan mentor profesional Loulou Palmer menyarankan pentingnya membangun batasan yang jelas dalam hubungan interpersonal. Batasan yang sehat dapat menjadi langkah penting untuk memperoleh rasa hormat sekaligus membangun hubungan yang lebih baik. Komunikasi terbuka juga membantu setiap pihak memahami kebutuhan dan perasaan satu sama lain.
2. Berusaha menciptakan situasi yang menguntungkan semua pihakOrang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak selalu memandang hubungan sebagai persaingan yang mengharuskan satu pihak menang dan pihak lain kalah. Sebaliknya, mereka berusaha menemukan solusi yang dapat diterima bersama.
Izzy Casey menjelaskan bahwa orang yang bersikap agresif dan mudah menyimpan dendam cenderung merasa puas ketika melihat orang lain gagal. Sebaliknya, pribadi yang tegas tidak menjadikan penderitaan orang lain sebagai sumber kepuasan.
Sikap ini penting ketika menghadapi perbedaan pendapat, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan pribadi. Alih-alih memaksakan kehendak, seseorang dapat mendengarkan sudut pandang pihak lain, mempertimbangkan berbagai pilihan, lalu mencari jalan keluar yang adil.






Komentar (0)