PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) berencana membagikan dividen interim tunai sebesar Rp 300 miliar. Dengan jumlah itu maka inevstor akan mendapat 10 per saham untuk tahun buku 2026.
Keputusan pembagian dividen tersebut telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris berdasarkan keputusan rapat pada 21 Oktober 2026. Dalam keterbukaan informasi, perseroan menyampaikan bahwa dividen interim tersebut diperuntukkan bagi periode tahun buku yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Pembayaran dividen tunai dijadwalkan berlangsung pada 20 November 2026. Adapun pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 4 November 2026 hingga pukul 16.00 WIB dan/atau pemilik saham dalam subrekening efek di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan tanggal tersebut.
Berikut jadwal pembagian dividen interim SIDO:
- Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 2 November 2026
- Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 3 November 2026
- Cum dividen pasar tunai: 4 November 2026
- Recording date: 4 November 2026
- Ex dividen pasar tunai: 5 November 2026
- Tanggal pembayaran dividen: 20 November 2026
Bagi pemegang saham yang masih menggunakan warkat dan ingin menerima pembayaran melalui transfer bank, perseroan meminta mereka menyampaikan nama dan alamat bank serta nomor rekening atas nama pemegang saham sendiri secara tertulis, disertai salinan kartu identitas yang masih berlaku sesuai alamat dalam DPS.
Dokumen tersebut harus disampaikan kepada Biro Administrasi Efek (BAE) perseroan selambat-lambatnya pada 4 November 2026, dengan menggunakan materai Rp10.000 sesuai ketentuan yang tercantum dalam pengumuman. Di pasar saham, pada perdagangan Jumat (23/10/2026), saham SIDO ditutup melemah 0,57% atau turun 2 poin ke level Rp 348 per saham.
Sido Muncul merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan usaha di bidang industri jamu dan farmasi, perdagangan, pengangkutan darat, jasa, serta pertanian. Produk perseroan antara lain meliputi jamu, obat-obatan, bahan jamu, kosmetik, serta makanan dan minuman yang berkaitan dengan kesehatan. Dua merek andalannya yang dikenal luas di pasar adalah Tolak Angin dan Kuku Bima.





Komentar (0)