Pendidikan Internasional Makin Dilirik, Jaringan Sekolah Perluas Jangkauan

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Sekolah internasional menjadi salah satu pilihan bagi orang tua yang menginginkan pendidikan dengan kurikulum berorientasi global, penguasaan bahasa Inggris, serta kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri.

Laporan yang diterbitkan BDA Partners pada 2025 memperkirakan Indonesia memiliki sekitar 180 sekolah internasional untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah, dengan total sekitar 80.000 siswa. Besarnya jumlah siswa tersebut menunjukkan adanya pasar pendidikan internasional yang telah berkembang di Indonesia.

Baca Juga :
Tiga Sekolah Internasional Diteror Bom, Begini Kata Mensesneg
Kecam Aksi Teror Bom di Sekolah Internasional, Komisi X DPR Soroti Standar Keamanan

Pilihan terhadap sekolah internasional tidak hanya dipengaruhi oleh penggunaan bahasa asing. Penelitian mengenai keputusan orang tua dalam memilih sekolah juga menyoroti faktor kurikulum, kualitas pengajaran, fasilitas, lingkungan belajar, serta prospek pendidikan anak pada masa mendatang.

Besarnya pasar pendidikan internasional di Indonesia membuka peluang bagi penyedia layanan pendidikan untuk memperluas jangkauan. Salah satunya dilakukan SIS Group of Schools dengan membangun kampus baru SIS BSD Hiera yang menyasar keluarga di kawasan Hiera dan sekitarnya.

Jaringan pendidikan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2027/2028. Kehadirannya akan menambah pilihan sekolah berstandar internasional bagi keluarga, khususnya untuk jenjang Preschool dan Primary.

Perluas Jaringan Pendidikan di Indonesia

Pembangunan sekolah ini memasuki tahap penting setelah seremoni topping-off pada 20 Oktober 2026. Pencapaian tersebut menandai selesainya struktur utama bangunan kampus yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2027/2028.

Sekolah ini akan melayani jenjang Preschool dan Primary dengan menggabungkan pendidikan berstandar internasional dan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan perkembangan akademik serta pribadi setiap anak.

Didirikan pada 1996, jaringan pendidikan tersebut telah berkembang hingga memiliki 17 lokasi di Indonesia, India, Myanmar, dan Korea Selatan. Sekolah ini akan memanfaatkan pengalaman kolektif tersebut melalui pertukaran pengetahuan dan praktik pengajaran di antara para pendidik dalam jaringan SIS.

"Di sini para guru akan mewujudkan keyakinan ini melalui hubungan yang bermakna, pendampingan yang penuh perhatian, serta dorongan yang menghargai kekuatan dan potensi unik setiap anak. Selain membangun fondasi akademik yang kuat, kami ingin siswa mengembangkan rasa ingin tahu untuk mengeksplorasi, kepercayaan diri untuk menyampaikan pendapat, serta karakter untuk memahami dan peduli terhadap orang lain," kata perwakilan SIS Group of Schools dalam keterangannya. 

Baca Juga :
Buru Jejak Kripto Peneror Sekolah Internasional di Jakut, Hasilnya Ternyata...
Setelah Tangsel, Sekolah Internasional di Jakut Juga Diteror Bom, Pelaku Minta Rp480 Juta Lewat Kripto
Geger Dua Sekolah Internasional di Tangsel Dapat Teror Bom, Polisi Ungkap Temuan Hasil Penyisiran

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Demi Jaga Ketahanan Energi, Kementerian ESDM Revisi Perpres 26/2026
• 1 jam lalu
0
thumb
Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat
• 2 jam lalu
0
thumb
Beda Ade & Lukas soal Efek Putusan MK soal Gibran, Hensa Singgung Prabowo atau Jokowi | BOLA LIAR
• 4 jam lalu
0
thumb
Kapolri Sebut Narkoba Penjajahan Gaya Baru untuk Lumpuhkan Ketahanan Nasional
• 11 jam lalu
0
thumb
Kemenhub Kawal Klaim Asuransi Penumpang KMP Batumandi, Ini Prosesnya
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.