REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR – Pondok Pesantren Darul Aman Gombara menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar di Lapangan Balai Kota Makassar, Jumat (23/10/2026).
Dalam momentum tersebut, Darul Aman Gombara juga meraih dua penghargaan di bidang olahraga dan pelayanan kesehatan pesantren.
Baca Juga
Mengapa Sikap Negara-Negara Balkan yang Muslim terhadap Israel Berbeda?
Nikmat Kedua Kaki, Apa Rahasianya dalam Alquran dan Hadis? Ini Jawaban Studi Ilmiah
Pernahkah Anda Renungkan Akhir Ayat Alquran Ditutup dengan Irama yang Sama? Ini Rahasianya
Upacara yang diikuti sekitar 1.000 santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren serta lembaga pendidikan Islam di Kota Makassar itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, selaku inspektur upacara.
Dalam amanatnya, Munafri menegaskan bahwa Hari Santri Nasional merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia juga mengingatkan kembali peran Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 dalam membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Peringatan Hari Santri Nasional, lanjutnya, menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebangsaan, mengenang jasa para ulama dan santri, serta meneguhkan kontribusi pesantren dalam pembangunan masyarakat dan bangsa.
Sementara itu, Pondok Pesantren Darul Aman Gombara berhasil meraih dua penghargaan. Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas prestasi pesantren, baik dalam bidang olahraga maupun pembinaan kesehatan di lingkungan pendidikan.
Penghargaan pertama adalah Juara I Liga Santri FKPP Kota Makassar Tahun 2026. Kompetisi tersebut berlangsung pada 18–21 Oktober 2026 dan diikuti oleh pesantren di Kota Makassar. Prestasi ini menjadi pencapaian membanggakan bagi Darul Aman Gombara dalam kompetisi olahraga antarpesantren.
Penghargaan kedua adalah Juara II Unit Kesehatan Pesantren (UKP) Terbaik se-Kota Makassar, yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kota Makassar.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya pesantren dalam mendukung pelayanan dan pembinaan kesehatan bagi para santri. Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada akhir kegiatan upacara.
Penghargaan diterima oleh Kepala Pengasuh Pondok Pesantren Darul Aman Gombara, KH Ahmad Badry Al-Hafidz, bersama Dr Mulahizhun Amien selaku pembina pondok pesantren.
Perolehan dua penghargaan ini menunjukkan bahwa pengembangan kehidupan pesantren tidak hanya berfokus pada pendidikan agama dan pembentukan karakter, tetapi juga mencakup pengembangan potensi santri melalui olahraga serta peningkatan perhatian terhadap kesehatan di lingkungan pendidikan.
Komentar (0)