Optimalkan Pengelolaan Barang Milik Negara, Kementerian Imipas Sosialisasikan Inovasi Berbasis Digital

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Dalam upaya mewujudkan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi, Kepala Bagian Penatausahaan BMN Biro BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lukman Agung Widodo, menggelar sosialisasi kebijakan sekaligus memperkenalkan inovasi terbaru, STAR ASET BMN. 

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi pada Kamis (22/10).

Acara ini merupakan implementasi dari proyek perubahan yang digagas Lukman dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. 

Melalui inisiatif ini, diharapkan pengelolaan BMN tidak hanya sekadar administratif, tetapi juga didukung oleh kebijakan yang kuat serta pemanfaatan teknologi informasi untuk pengambilan keputusan berbasis data yang akurat.

Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari pengelola BMN dan pengelola keuangan dari berbagai unit eselon I serta satuan kerja di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan hadir untuk mendalami materi mengenai pentingnya ketertiban dokumentasi dan konsistensi dalam pengelolaan aset negara.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi, Oni, yang mewakili Kepala Kantor, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya instansi tersebut sebagai lokasi sosialisasi. 

"Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi jajaran pengelola BMN dan keuangan untuk menambah wawasan serta memperdalam pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan aset negara yang tertib dan akuntabel," ujarnya. 

Ia juga menekankan bahwa peningkatan kapasitas SDM sangat krusial agar aset negara dapat dikelola dengan optimal dan memberikan dampak positif bagi pelayanan publik.

Dalam pemaparannya, Lukman Agung Widodo menegaskan bahwa pengelolaan BMN mencakup siklus yang panjang, mulai dari perencanaan kebutuhan hingga penghapusan aset. 

Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang solid antara pengelola BMN dan keuangan. 

"Keselarasan tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas data, memperkuat pengendalian internal, meminimalkan risiko ketidaktertiban pengelolaan aset, dan mendukung akuntabilitas pengelolaan keuangan negara," jelas Lukman.

Puncak dari sosialisasi ini adalah pengenalan STAR ASET BMN, sebuah inovasi digital yang dirancang untuk mengintegrasikan pemantauan pengelolaan aset secara komprehensif. 

Inovasi ini diharapkan mampu membantu pimpinan dan pengelola BMN dalam memetakan permasalahan, menentukan prioritas, serta mempercepat koordinasi antarunit kerja.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bonatua Laporkan KPU dan Gibran ke Bawaslu: Serahkan Buku Berjudul 'Ijazah Gibran Juga Tidak Ada'
• 7 jam lalu
0
thumb
Kepercayaan Klub BRI Super League 2026/2027 pada Kiper Lokal Meningkat: Kesempatan Baik untuk Ardiansyah Cs
• 4 jam lalu
0
thumb
Persib Kalah dari Madura United, Sandy Walsh Langsung Kirim Pesan untuk Bobotoh: Kami Akan Menjawabnya!
• 6 jam lalu
0
thumb
Datangi Kantor Polisi, Pemuda Brebes Ini Ngaku Mutilasi Ayahnya Jadi 10 Bagian, Begini Nasibnya Kini
• 12 jam lalu
0
thumb
KSP Fasilitasi Sinergi Unpad dan Pispi Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan di Jabar
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.