JAKARTA, KOMPAS.TV - Analis Komunikasi Politik KedaiKOPI, Hendri Satrio menyampaikan pandangannya tentang sikap Presiden Prabowo Subianto terhadap isu ijazah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, Prabowo merasa belum perlu mengomentari isu ijazah Gibran dan sedang menghitung langkah selanjutnya.
"Kalau menurut saya, posisi Prabowo hari ini sudah benar, dia biarkan saja legislatif yang menggulirkan itu, kan dia ada di eksekutif, ya biarkan saja legislatif menggulirkan itu atau tidak," kata Hendri dalam program Bola Liar KompasTV, Jumat (23/10/2026) malam.
Hendri mengatakan saat ini kepuasan publik kepada pemerintah sedang rendah sehingga Prabowo akan mempertimbangkan langkah-langkah yang akan diambilnya.
Dalam konteks isu ijazah, ia menilai Prabowo akan menghitung dampak selanjutnya jika memberikan sinyal untuk memakzulkan Gibran.
"Misalnya (Prabowo) memberikan sinyal dukungan untuk 'memakzulkan atau membatalkan pelantikan wakil presiden saya, apakah kepuasan publik akan meningkat?' Kan mesti akan dihitung," tuturnya.
Baca Juga: Polemik Suket Ijazah Gibran Berlanjut, PDIP Minta Gibran Mundur dari Wapres | SAPA MALAM
Anggota Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi) Lukas Luwarso menilai Prabowo sudah memberikan sinyal sikap terhadap isu ijazah Gibran.
Sinyal itu tampak dari adanya gelar perkara laporan dugaan pemalsuan dalam surat keterangan (suket) penyetaraan pendidikan Gibran di Bareskrim Polri.
"Hanya dalam waktu kurang dari dua minggu, langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian. Sesuatu yang akan mustahil kalau polisinya masih Kapolri Listyo Sigit," ucapnya.
Menurut dia, belum ada selama ini kasus yang sangat sensitif secara politik langsung ditindaklanjuti dengan gelar perkara.
Baca Juga: Militan Gibran Tanggapi Laporan Suket ke Polisi: Kental Politis, Arahnya untuk 2029
Terlepas dari itu, Lukas menilai isu ijazah Gibran adalah beban rakyat Indonesia, alih-alih beban Prabowo atau Gibran sendiri.
Oleh karena itu, Lukas ingin melihat bagaimana Prabowo mengelola isu ijazah Gibran tersebut.
"Akhirnya kalau kita bertanya, bagaimana Presiden Prabowo bisa mengelola isu politik yang sangat sensitif ini untuk membawa Indonesia lebih baik ke depan," ujarnya.
Tidak hanya sinyal dari presiden, Lukas menilai juga sudah ada sinyal dari partai politik.
Menurutnya, sudah ada keinginan untuk menyelesaikan isu ijazah Gibran di kalangan partai-partai.
Lukas mengatakan, selama dua tahun isu ijazah bergulir, tidak ada anggota partai koalisi yang mencoba membela Gibran.
Menurutnya, sikap itu muncul karena mereka merasa tidak ada insetif dari membela Gibran dalam isu ijazah.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- prabowo
- gibran rakabuming raka
- gibran
- ijazah gibran
- politik






Komentar (0)