Hari Santri Nasional Jadi Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas

okezone.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA  - Menteri Agama Nasaruddin Umar telah menyiapkan lima program strategis untuk memperkuat masa depan santri dan pesantren di Indonesia. Langkah ini menjadi bentuk rekognisi, afirmasi, dan pelembagaan komitmen negara kepada pesantren, sehingga santri mendapatkan ruang fasilitasi penuh untuk tumbuh berdaya.

Sekadar diketahui, momen Hari Santri Nasional digelar untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Delapan puluh satu tahun yang lalu,  Hadratus Syekh Kiai Hasyim Asy'ari mewakili seluruh warga pesantren mengumandangkan Resolusi Jihad. Sebuah fatwa monumental yang menegaskan bahwa membela NKRI adalah fardhu 'ain dan mempertahankan kemerdekaan adalah ibadah tertinggi.

Baca Juga :
Hari Santri Nasional: Menag Nasaruddin Umar Ungkap 5 Program Penguatan Pesantren

“Sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa ketika kedaulatan bangsa terancam, seruan perlawanan sangat dahsyat lahir dari dinding-dinding pesantren, digelorakan oleh kaum sarungan, dan dihidupi oleh jiwa para santri,” ujar Nasaruddin saat memimpin upacara Peringatan Hari Santri 2026 bertema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" di Gedung Kemenag.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, penguatan peran santri tidak cukup hanya melalui pendidikan agama, tetapi juga perlu didukung keterampilan teknologi, akses pendidikan tinggi, pemberdayaan ekonomi, serta perlindungan dari kekerasan dan perundungan.

Baca Juga :
Staf Khusus Menag Dampingi Korban Penganiayaan Perkara Petasan Maulid ke Polda Metro

Menurut Taj Yasin, Pemprov Jawa Tengah menjalankan program Pesantren Obah untuk memperkuat pendidikan pesantren sekaligus membekali santri dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

“Program tersebut mencakup yang pertama adalah pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh santri yang di pesantren belum ada, dan menguatkan pendidikan-pendidikan yang ada di pesantren untuk semakin dikenal oleh masyarakat dan diterapkan di masyarakat,” kata Taj Yasin.

Salah satu fokus pengembangan santri adalah kemampuan memanfaatkan teknologi dan media digital. Santri didorong tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan konten positif yang dapat menjangkau masyarakat luas.

Baca Juga :
Stafsus Menag Temui Korban Insiden Maulid di Pondok Pinang, Pastikan Proses Hukum Dikawal

Pemprov Jateng, kata Taj Yasin, mendorong pelatihan media dan teknologi agar santri mampu menyampaikan nilai-nilai keagamaan secara menarik, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BI Perkuat Insentif Pasar Uang, Tingkatkan Daya Tarik Dana Asing untuk Bentengi Rupiah
• 11 jam lalu
0
thumb
Hardiyanto Kenneth tinjau proses pembangunan Flyover Latumenten
• 21 jam lalu
0
thumb
Peristiwa 23 Oktober: Kota Pontianak Berdiri hingga Kelahiran Legenda Sepak Bola Pele
• 17 jam lalu
0
thumb
Asal-usul Patung Selamat Datang di Bundaran HI Jakarta
• 14 jam lalu
0
thumb
Palti Hutabarat: Pantas Nusron Wahid Mangkir, Dia Lagi Menikmati Hari-hari Terakhir Kebebasannya
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.