Benarkah Biaya Kuliah di Jerman 100% Gratis? Ternyata Begini Aslinya

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: (CNBC Indonesia/Novina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jerman dikenal dengan pendidikannya gratis. Presiden DAAD, Prof. Dr. Joybrato Mukherjee mengungkapkan fakta sebenarnya.

Mukherjee membenarkan narasi tidak ada biaya kuliah yang dibebankan kepada mereka yang akan menempuh pendidikan di Jerman secara umum. Namun ini tidak berlaku untuk semua kasus.

"Secara umum, tidak ada biaya kuliah yang dibebankan kepada individu. Meski demikian, kita harus mengakui bahwa biaya pendidikan itu tetap ada. 'Bebas biaya kuliah' bukan berarti tidak ada biaya sama sekali," jelasnya, dalam konferensi pers, Jumat (22/10/2026).


Di Jerman, dia mengatakan biaya untuk pendidikan tinggi tidak ditanggung oleh masing-masing individu. Namun terdapat pendanaan yang berasal dari pajak.

Artinya, ini jadi beasiswa untuk semua orang dan masyarakat Jerman-lah yang memberikan tiap mahasiswa kesempatan untuk mengenyam pendidikan di negara tersebut.

"Dengan kata lain dan inilah argumen yang kami sampaikan di DAAD, bisa dikatakan bahwa masyarakat Jerman memberikan beasiswa kepada setiap mahasiswa dalam sistem pendidikan Jerman. Itulah kenyataannya," kata Mukherjee.

"Biaya tersebut tetap ada, hanya saja tidak dibebankan kepada mahasiswa secara pribadi, melainkan ditanggung oleh masyarakat luas," dia menambahkan.

Baca: Makin Banyak Anak Muda Eropa Menganggur, Negara Mana Paling Parah?

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Duta Besar Jerman, Oliver Sperling tak memberikan banyak komentar. Dia hanya mengatakan detil dari sistem bergantung pada situasi ekonomi dan sistem anggaran di dalam negara.

Sperling menambahkan Jerman terbuka untuk berdiskusi dengan Indonesia jika tertarik mengenai penerapan kebijakan ini. Jerman siap berbagi informasi soal sistem, pendekatan yang digunakan, serta tantangan yang dihadapi.

Keputusannya tetap berada di tangan negara. Jerman siap membagikan pengalaman yang telah ditempuh selama ini.

"Kami bisa berbagi mengenai apa yang berjalan dengan baik dalam sistem kami, pendekatan seperti apa yang kami gunakan, tantangan apa saja yang kami hadapi, serta bersama-sama memikirkan bagaimana Indonesia mungkin bisa menghadirkan sesuatu yang serupa atau bahkan berbeda," kata Sperling.

Sebagai catatan, DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst atau Dinas Pertukaran Akademis Jerman) adalah organisasi pendanaan terbesar di dunia yang menaungi institusi pendidikan tinggi dan asosiasi mahasiswa di Jerman. Anggotanya termasuk ratusan universitas resmi dan badan mahasiswa di Jerman.

Baca: Anak Muda & Krisis Masa Depan: Kuliah Tinggi, Pekerjaan Makin Sulit

(dce)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Inovasi Minuman Bernutrisi Dukung Tren Hidup Sehat Warga +62

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perkuat Daya Saing Global, FMIPA UNM Perkuat Kolaborasi Akademik Bersama Empat Universitas Terkemuka di Asia
• 7 jam lalu
0
thumb
KTT Pemuda Rusia-ASEAN ke-6 Dimulai di Vladivostok, Bahas AI hingga Industri Kreatif
• 11 jam lalu
0
thumb
KDM Nilai Bekasi Unik: Tempat Duduk buat Dagang, Besi Fasilitas Umum Digergaji
• 6 jam lalu
0
thumb
Malaysia Tetap Tuntut Indonesia soal Kabut Asap, Meski Akui Hubungan Baik Kedua Negara
• 1 menit lalu
0
thumb
Apresiasi Kapolda Jateng Temui Demonstran, Sahroni: Polisi Bersama Masyarakat Tak Hanya Slogan
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.