Canggu punya wahana baru yang menawarkan cara berbeda menikmati Bali, bukan dari tepi pantai, tapi dari ketinggian 45 meter di atas kawasan yang selama ini identik dengan selancar dan beach club.
Bagi kebanyakan wisatawan, itinerary ke Canggu hampir selalu berputar di hal yang sama mulai dari pantai, beach club, kafe estetik, dan mungkin satu dua sesi surfing. Pilihan itu memang tidak pernah salah, Canggu memang dibangun di atas daya tarik itu. Tapi bagi yang ingin sedikit keluar dari rute biasa, kini ada satu wahana yang layak masuk daftar kunjungan, The Wheel Bali, bianglala setinggi sekitar 45 meter yang berlokasi di kawasan Canggu, tepatnya di Gang Sri Kahyangan, Tibubeneng, Kuta Utara.
Dari atas gondola, pengunjung bisa menyaksikan bentangan laut, garis pantai, hingga lanskap hijau di sekitar kawasan Canggu. Saat cuaca cerah, siluet pegunungan di kejauhan juga berpotensi terlihat.
Satu putaran berlangsung sekitar 10–12 menit, cukup untuk menikmati pemandangan, mengambil beberapa foto, atau sekadar diam sejenak dari hiruk-pikuk jalanan Canggu yang biasanya ramai. Waktu terbaik untuk naik adalah saat menjelang sore.
Dari ketinggian, perubahan warna langit di atas pesisir Canggu saat golden hour bisa jadi pengalaman baru. Bagi yang suka fotografi, momen matahari terbenam dengan latar laut dan garis pantai dari atas bianglala menjadi angle yang jelas berbeda dari foto sunset di pinggir pantai pada umumnya —bergantung pada kondisi cuaca saat berkunjung.
Tak kalah menarik adalah posisi atraksi wisata ini tergolong strategis. Lokasinya berada tidak jauh dari Pantai Berawa, Atlas Beach Club, dan Finns Beach Club. Ini memungkinkan wisatawan memasukkan kunjungan ke The Wheel Bali sebagai bagian dari agenda wisata harian tanpa harus membuat rute terpisah.
Selain wahana utamanya, The Wheel Bali juga memiliki coffee bar yang menyediakan pilihan kopi, minuman, dan pastry. Pengunjung bisa menikmati minuman dulu sebelum naik, atau bersantai dengan secangkir kopi setelah turun dari bianglala. Pilihan ini cukup menambah alasan untuk tidak buru-buru meninggalkan lokasi, terutama saat sore hari ketika suasananya sedang nyaman.
Wahana ini terbuka untuk berbagai jenis pengunjung. Keluarga dengan anak-anak, pasangan yang mencari spot kencan saat sunset, maupun rombongan teman yang sedang menjelajahi Canggu semuanya bisa mengakomodasi kunjungan ke sini.
Pilihan tiket tersedia untuk pemegang KTP Bali, wisatawan domestik dan pemegang KITAS, serta wisatawan internasional, dengan opsi satu atau dua putaran. The Wheel Bali beroperasi setiap hari mulai pukul 09.30 hingga 21.30 WITA.
Balint Majer, President Director The Wheel Bali, menyebut bahwa kehadiran wahana ini memang dimaksudkan untuk menghadirkan perspektif berbeda terhadap Canggu yang sudah sangat dikenal.
“Canggu memiliki daya tarik tersendiri, dengan perpaduan gaya hidup, budaya, dan berbagai pengalaman berkesan yang membuat kawasan ini begitu hidup. Melalui The Wheel Bali, kami mengajak pengunjung untuk menikmati Canggu dari sudut pandang berbeda, melihat suasana kawasan ini dari ketinggian, menikmati panorama yang lebih luas, sekaligus sejenak memperlambat langkah dan mengamati keindahan di sekitarnya,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (23/10).
Ke depannya, The Wheel Bali juga tengah menyiapkan sejumlah penawaran baru, termasuk pilihan makanan dan minuman tambahan serta paket kunjungan grup. Pengunjung disarankan memeriksa harga tiket, ketersediaan paket, dan jadwal operasional terbaru melalui situs resmi The Wheel.






Komentar (0)