Kementerian Ekonomi Kreatif memanfaatkan jamuan diplomatik dalam rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 untuk memperkenalkan potensi kuliner Indonesia kepada delegasi internasional. Kegiatan ini diharapkan membuka peluang jejaring ekonomi, perdagangan, dan investasi bagi industri kreatif nasional.
Jamuan bertajuk Diplomatic Dinner: A Gathering in The Sky tersebut dihadiri delegasi dari 68 negara dan tujuh organisasi internasional. Acara digelar di Treasury 78, Jakarta, Kamis (22/10).
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan gastronomi tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga mencerminkan cerita, tradisi, dan identitas bangsa yang diwariskan melalui hidangan.
“Gastronomi bukan hanya tentang makanan, tetapi juga cerita, tradisi, dan identitas bangsa yang diwariskan melalui setiap hidangan. Melalui Diplomatic Dinner ini, kita dapat memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada dunia sekaligus menunjukkan bagaimana budaya dan kreativitas dapat menjadi jembatan untuk membangun kolaborasi internasional,” ujar Teuku Riefky.
Para delegasi disuguhi beragam hidangan khas Nusantara, antara lain Food Diplomacy Canapé, papeda, teh talua, rendang, dan ayam pop. Keragaman sajian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan subsektor kuliner Indonesia sebagai komoditas ekonomi kreatif yang memiliki nilai di pasar internasional.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyoroti kuliner Padang sebagai salah satu representasi Indonesia dalam jamuan tersebut. Menurutnya, pengalaman bersantap bersama dapat menjadi sarana untuk mempertemukan tamu dari berbagai latar belakang.
“Rumah Gadang memiliki filosofi yang dekat dengan kita. Malam ini, kita juga menghadirkan kuliner Padang sebagai representasi Indonesia. Ketika kita duduk bersama di meja makan, perbedaan latar belakang tidak menghalangi kita untuk terhubung. Semangat kebersamaan inilah yang ingin kita hadirkan melalui jamuan ini,” ujar Irene.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan diplomasi kuliner dapat mendorong promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah ke tingkat global. Ia mengajak para delegasi menikmati cita rasa khas Padang sekaligus mengenal keramahan masyarakatnya.
“Melalui jamuan ini, kami ingin memperkenalkan cita rasa autentik Padang sekaligus menunjukkan bahwa kuliner merupakan bagian dari budaya, komunitas, dan kreativitas masyarakat. Kami berharap pengalaman ini membawa cerita gastronomi Padang dari masyarakat ke panggung dunia,” ujar Fadly.
Selain kuliner, jamuan diplomatik tersebut menampilkan Tari Pasambahan dan Tari Piring sebagai bagian dari subsektor seni pertunjukan. Acara ini juga mengangkat inspirasi arsitektur Rumah Gadang dari Sumatra Barat yang merepresentasikan persatuan, kekerabatan, dan identitas kolektif.
Nilai kebersamaan tersebut turut tercermin dalam filosofi makan bajamba, yakni tradisi bersantap bersama yang menjadi konteks budaya dalam jamuan tersebut.
Melalui perpaduan arsitektur, gastronomi, dan seni pertunjukan, Diplomatic Dinner WCCE 2026 diharapkan tidak hanya memperkenalkan warisan budaya Indonesia, tetapi juga membuka peluang jejaring ekonomi, perdagangan, dan investasi di sektor ekonomi kreatif pada tingkat internasional.





Komentar (0)