Kelapa Sawit Expo Center 2026: Dari Kampung yang Pernah Terpinggirkan, Mbebekan Bangkit Membangun Ekonomi Warga

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Tudiono 
Diplomat senior yang menjabat sebagai Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town, Afrika Selatan.

VIVA –  Semangat kreativitas, kebersamaan, dan kemandirian ekonomi masyarakat kembali mendapat ruang melalui penyelenggaraan Kelapa Sawit Expo Center 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di kawasan Jalan Kelapa Sawit, Kampung Mbebekan, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Baca Juga :
IHSG Sore Ini Ditutup Menguat 0,95 Persen ke 5.439
Soal Polemik Hercules dengan Maruarar, DPR Minta Nusron Mediasi: Kami Hanya Mengawasi

Kegiatan ini menjadi ajang promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus wadah untuk mempererat hubungan sosial, menumbuhkan semangat kewirausahaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Kelapa Sawit Expo Center bukanlah pameran komoditas perkebunan kelapa sawit, melainkan kegiatan ekonomi kreatif masyarakat yang mengambil nama dari Jalan Kelapa Sawit, tempat berlangsungnya kegiatan.

Lebih dari sekadar pameran dan perdagangan, kegiatan ini mencerminkan semangat masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi dan mengubah kehidupan melalui kerja keras, kreativitas, serta kebersamaan.

Mbebekan: Dari Kampung Marginal Menuju Perubahan

Kampung Mbebekan memiliki perjalanan sosial yang tidak selalu mudah. Pada masa lalu, kawasan ini pernah dipandang sebagai kampung marginal, dengan berbagai keterbatasan sosial dan ekonomi yang dihadapi sebagian warganya.

Berbagai stigma negatif juga pernah dilekatkan pada nama Mbebekan. Pandangan semacam itu terkadang membuat sebuah kampung lebih dikenal melalui prasangka daripada potensi dan kemampuan masyarakatnya.

Namun, sejarah sebuah kampung tidak seharusnya menjadi penentu masa depannya.

Seiring perjalanan waktu, masyarakat Mbebekan mulai menunjukkan semangat perubahan. Tumbuh keinginan untuk memperbaiki kehidupan, mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan membangun lingkungan yang lebih maju.

Perubahan sosial dan ekonomi tentu tidak berlangsung seketika. Masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam penyediaan kesempatan kerja, penguatan ekonomi keluarga, dan peningkatan kemampuan usaha masyarakat.

Namun, yang patut diapresiasi adalah tumbuhnya kesadaran bahwa kemajuan kampung harus dibangun melalui partisipasi aktif masyarakatnya sendiri, disertai dukungan pemerintah dan berbagai pihak.

Dalam konteks inilah, Kelapa Sawit Expo Center memiliki makna yang lebih mendalam.

Kegiatan ini bukan sekadar tempat memperdagangkan produk, tetapi juga dapat menjadi simbol perubahan wajah Kampung Mbebekan: dari kawasan yang dahulu menghadapi keterbatasan dan stigma negatif menuju kampung yang semakin produktif, kreatif, dan percaya diri.

Baca Juga :
Soal Foto Ciuman Mirip Dirinya Viral, Ruben Onsu: Hubungin Sana Sini Minta Dibela
Serikat Pekerja Umumkan Mogok Nasional, Prancis Tutup Museum dan Pusat Kebudayaan
Profil Bayan Resources, Perusahaan Batu Bara Milik Low Tuck Kwong yang Disorot Isu Akuisisi Haji Isam
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab atas Karhutla, Prabowo: Saya Cabut Izinnya
• 20 jam lalu
0
thumb
Program Member Get Member BRI untuk Nasabah Premium
• 35 menit lalu
0
thumb
Juventus main imbang 2-2 lawan Rennes di Allianz Stadium
• 19 jam lalu
0
thumb
Ini 20 Negara Paling Suka Beranak-Pinak, Ada Indonesia?
• 5 jam lalu
0
thumb
Terdakwa Kasus Pembiayaan Proyek Batubara Rp 38,8 M Akui Rekayasa Dokumen
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.