Oleh: Tudiono
Diplomat senior yang menjabat sebagai Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town, Afrika Selatan.
VIVA – Semangat kreativitas, kebersamaan, dan kemandirian ekonomi masyarakat kembali mendapat ruang melalui penyelenggaraan Kelapa Sawit Expo Center 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di kawasan Jalan Kelapa Sawit, Kampung Mbebekan, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Kegiatan ini menjadi ajang promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus wadah untuk mempererat hubungan sosial, menumbuhkan semangat kewirausahaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Kelapa Sawit Expo Center bukanlah pameran komoditas perkebunan kelapa sawit, melainkan kegiatan ekonomi kreatif masyarakat yang mengambil nama dari Jalan Kelapa Sawit, tempat berlangsungnya kegiatan.
Lebih dari sekadar pameran dan perdagangan, kegiatan ini mencerminkan semangat masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi dan mengubah kehidupan melalui kerja keras, kreativitas, serta kebersamaan.
Mbebekan: Dari Kampung Marginal Menuju Perubahan
Kampung Mbebekan memiliki perjalanan sosial yang tidak selalu mudah. Pada masa lalu, kawasan ini pernah dipandang sebagai kampung marginal, dengan berbagai keterbatasan sosial dan ekonomi yang dihadapi sebagian warganya.
Berbagai stigma negatif juga pernah dilekatkan pada nama Mbebekan. Pandangan semacam itu terkadang membuat sebuah kampung lebih dikenal melalui prasangka daripada potensi dan kemampuan masyarakatnya.
Namun, sejarah sebuah kampung tidak seharusnya menjadi penentu masa depannya.
Seiring perjalanan waktu, masyarakat Mbebekan mulai menunjukkan semangat perubahan. Tumbuh keinginan untuk memperbaiki kehidupan, mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan membangun lingkungan yang lebih maju.
Perubahan sosial dan ekonomi tentu tidak berlangsung seketika. Masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam penyediaan kesempatan kerja, penguatan ekonomi keluarga, dan peningkatan kemampuan usaha masyarakat.
Namun, yang patut diapresiasi adalah tumbuhnya kesadaran bahwa kemajuan kampung harus dibangun melalui partisipasi aktif masyarakatnya sendiri, disertai dukungan pemerintah dan berbagai pihak.
Dalam konteks inilah, Kelapa Sawit Expo Center memiliki makna yang lebih mendalam.
Kegiatan ini bukan sekadar tempat memperdagangkan produk, tetapi juga dapat menjadi simbol perubahan wajah Kampung Mbebekan: dari kawasan yang dahulu menghadapi keterbatasan dan stigma negatif menuju kampung yang semakin produktif, kreatif, dan percaya diri.






Komentar (0)