Bisnis Sampah Sumut Naik Kelas, Berhasil Pangkas 5.070 Ton Emisi CO2 

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Medan, tvOnenews.com - Kolaborasi dalam pengelolaan sampah tidak cukup berhenti pada pertemuan atau kesepakatan di atas kertas. Kemitraan lintas sektor perlu diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan, pengelolaan material yang lebih tertata, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku usaha pengelolaan sampah.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Exhibition Day bertajuk “Partnership to Impact: Ketika Kolaborasi Tidak Berhenti di Atas Kertas”, yang digelar di Restoran Bumbu Nusantara, Jalan Gatot Subroto No. 143, Medan, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pembelajaran dari implementasi Program Scaling Up Local Enterprise on Waste Management (SULE-WM) di Sumatera Utara, sekaligus mempertemukan perspektif pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan pelaku pengelolaan sampah.

Dalam pemaparannya, Qinthar Aghnia Audiawarman yang mewakili Ecoxyztem menjelaskan, Program SULE-WM dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha pengolahan sampah melalui pendampingan, pelatihan, serta pengembangan model bisnis.

Ekosistem berperan sebagai pelaksana program yang mengimplementasikan rancangan awal dari GIZ Jerman dan PT Unilever Indonesia agar program berjalan sesuai sasaran serta kebutuhan penerima manfaat.

Ia mengatakan, rangkaian Program SULE-WM dimulai pada Februari 2024. Setelah berjalan lebih dari dua tahun, program tersebut kini memasuki tahap akhir pelaksanaan.

Sebelum program dimulai, tim terlebih dahulu melakukan asesmen dengan mewawancarai calon penerima manfaat.

Hasil asesmen kemudian didiskusikan bersama tim kurikulum untuk menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Setelah diluncurkan pada Februari 2024, program dilanjutkan dengan tahap akselerasi berupa pelatihan untuk membekali penerima manfaat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan bisnis pengolahan sampah.

Selanjutnya, pada Juli 2025 hingga Juni 2026, penerima manfaat memasuki tahap pengembangan atau scale-up bisnis.

Dalam fase tersebut, penerima manfaat, termasuk Warama, memperoleh dukungan pendanaan untuk menjalankan berbagai aktivitas pengembangan usaha.

Salah satu indikator keberhasilan program adalah jumlah sampah plastik yang berhasil dikelola oleh para penerima manfaat.

Ia menyebutkan, program tersebut menetapkan target pengelolaan sebanyak 3.000 ton sampah plastik.

Selama 13 bulan pelaksanaan tahap pengembangan bisnis, para penerima manfaat memanfaatkan dukungan dari program untuk meningkatkan aktivitas usaha sekaligus mengumpulkan dan mengelola sampah plastik.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Komisi II Kaji Wacana Penambahan Komisioner KPU Jadi 9 Orang dalam RUU Pemilu
• 7 jam lalu
0
thumb
Kapolri: Sumut Peringkat Pertama Prevalensi Narkoba
• 2 jam lalu
0
thumb
Gus Ipul Ajak SDM PKH dan Operator Data Se-Jombang Jadi Agen Perlinsos
• 19 jam lalu
0
thumb
​Tak Ada Ampun! Polda dan BNNP Sumut Bersatu Sikat Narkoba
• 9 jam lalu
0
thumb
Asap Karhutla Indonesia Bergerak Menuju Topan Champi, Benarkah Bisa Picu Hujan Lebat?
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.