Kemenpar berupaya perluas akses konektivitas wisatawan Australia

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata berupaya memperluas akses konektivitas udara bagi wisatawan Australia yang ingin berkunjung ke berbagai destinasi di Indonesia.

"Australia merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia, dan ketersediaan penerbangan langsung yang andal serta berkualitas menjadi kunci penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan secara berkelanjutan," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Made mengatakan Australia secara konsisten memberikan kontribusi signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Kedekatan geografis, kemudahan akses, serta beragam daya tarik wisata menjadikan Indonesia sebagai salah satu pilihan destinasi bagi wisatawan Australia.

Baca juga: Manfaatkan momentum kebijakan bebas visa China, Kemenpar genjot promosi wisata Indonesia

Menurut data yang ia beberkan hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisman asal Australia tercatat mencapai 1.224.941 kunjungan, meningkat 7,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tren positif tersebut menjadi salah satu dasar optimisme Kementerian Pariwisata dalam mencapai target 2,23 juta kunjungan wisman asal Australia sepanjang 2026.

Made menilai adanya pembukaan penerbangan langsung salah satu maskapai lokal dengan rute Melbourne–Bali dapat memperluas aksesibilitas Indonesia bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia yang merupakan salah satu pasar utama pariwisata nasional.

Kehadiran rute baru itu juga dinilai mencerminkan komitmen bersama pemerintah dan industri penerbangan.

Penerbangan pertama dari maskapai itu, katanya, akan berangkat dari Melbourne Airport (MEL) pada pukul 06.25 waktu setempat (AEST) dan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali (DPS), pada pukul 09.40 WITA.

Baca juga: Indonesia naik ke Peringkat Kedua Global Muslim Travel Index 2026

Pada tahap awal, layanan penerbangan langsung ini dijadwalkan beroperasi empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat. Frekuensi penerbangan selanjutnya akan ditingkatkan menjadi setiap hari mulai 15 November 2026.

Jadwal kedatangan pada pagi hari memberikan kesempatan lebih luas bagi wisatawan Australia untuk menikmati Bali sekaligus melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan lainnya di Indonesia.

Melalui jaringan konektivitas Beyond Bali, wisatawan dapat menjangkau 11 destinasi utama, termasuk Wakatobi, Manado, Bima, Surabaya, dan Lombok.

Konektivitas tersebut diharapkan dapat memperluas persebaran kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah.

"Kami berharap pembukaan rute ini tidak hanya mempermudah akses wisatawan Australia menuju Bali, tetapi juga mengajak wisatawan mancanegara untuk mengeksplorasi destinasi lainnya di luar Bali," ujar Made.

Baca juga: Menpar: Sektor akomodasi tumbuh 11,83 persen, tertinggi hingga Agustus

Baca juga: Kemenpar jajaki peluang bisnis pariwisata lewat Mega FAM Trip WITF

Baca juga: Kemenpar-BPOLBF promosikan wisata daratan Flores lewat Famtrip


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DEWA Genjot Operasi, Laba 2027 Diproyeksi Tembus Rp1,05 Triliun, Bagaimana Sahamnya?
• 8 jam lalu
0
thumb
Kredit Perbankan Tumbuh 13,69%, Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir
• 21 jam lalu
0
thumb
KPK Sebut Hercules Terima Rp 800 Juta dari Summarecon untuk Pengamanan
• 3 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Siapkan Rp1,28 Triliun untuk Buka Rekening 25 Juta Warga, Setiap Penerima Dapat Rp50 Ribu
• 20 jam lalu
0
thumb
Prabowo Sebut Lebih Baik Tak Jadi Presiden jika Rakyat Masih Miskin
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.