Saat Bobby Nasution Tidak Lagi Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Narkoba, Ini Alasannya

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Gubernur Sumut Bobby Nasution (tengah) sebelum terbang menggunakan pesawat Hercules di Pangkalan Udara Soewondo Medan, Jumat (28/11/2025). (Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Sumut)

MEDAN, KOMPAS.TV – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengatakan tidak meminta Kapolri melakukan tindakan tegas terhadap pelaku peredaran narkoba di wilayahnya, tapi yakin polisi bakal melakukannya.

Dalam sambutannya pada konferensi pers pengungkapan penyelundpan 1,16 ton narkoba jenis ketamin di Medan, Jumat (23/10/2026), ia mengaku pernah meminta kepada Polri untuk menindak tegas pelaku narkoba dan kejahatan jalanan.

Namun saat ini, kata Bobby, dirinya tidak meminta hal yang sama lagi, karena ia yakin dengan kehadiran Kapolri di Sumatera Utara aparat penegak hukum akan melakukan tindakan tegas kepada pelaku peredaran narkoba.

Baca Juga: Kapolri Sebut Perusahaan Kapal Pengangkut 1,16 Ton Narkoba Berada di Johor Malaysia

“Cuman kami yakin dengan Pak Kapolri hadir di sini, tindakan tegas dari kepolisian untuk di wilayah Sumatera Utara, kami yakini enggak perlu kami nyatakan lagi,” kata dia.

“Tidak perlu kami mintakan lagi, dengan ada barang bukti besar di sini, kami yakini ke depannya kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Sumatera Utara bersama seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah akan betul-betul siap membongkar narkoba yang ada di Sumatera Utara.”

Ia berharap ke depannya Sumatera Utara tidak lagi menjadi peringkat pertama dalam penyalahgunaan narkoba.

“Ya minimal-minimal bisa keluar dari lima besar penyalahgunaan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Daerah Peredaran Narkoba Terbesar

Dalam kesempatan itu, awalnya Bobby mengadu pada Kapolri bahwa selama lima tahun berturut-turut wilayahnya selalu menjadi daerah nomor satu peredaran narkoba.

Ia pun mengapresiasi pengungkapan 1,16 ton narkoba di wilayahnya tersebut.

“Kami sekali lagi terima kasih kehadiran Bapak Kapolri ke sini dan mengapresiasi atas penangkapan 1 ton lebih narkoba yang akan masuk ke Indonesia, khususnya ke Sumatera Utara,” kata dia.

Menurut Bobby, hal itu merupakan satu tindakan yang sangat perlu diapresiasi karena bisa menyelamatkan banyak nyawa, banyak pemuda, untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Tapi, kata Bobby, Sumatera Utara memiliki tantangan yang lebih besar untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

“Hari ini Sumatera Utara punya tantangan yang lebih jauh, lebih besar dibandingkan daerah lain,” kata dia.

Baca Juga: Penyelundupan 1,16 Ton Narkoba Gagal, Kapolri Ungkap Modusnya Ubah-Ubah Nama Kapal

“Karena sepengetahuan kami, Sumatera Utara sudah lebih dari 5 tahun berturut-turut menjadi daerah prestasi nomor satu penggunaan narkoba terbesar di tingkat nasional.Dari 38 provinsi, Sumatera Utara berhasil peringkat satu, tapi dalam penyalahgunaan narkoba."

Ia berharap dengan kehadiran Kapolri pada pengungkapan upaya penyelundupan narkoba tersebut, masalah narkoba di Indonesia, khususnya Sumatera Utara dapat dihilangkan.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • bobby nasution
  • peredaran narkoba
  • gubernur sumatera utara
  • medan
  • kapolri
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
1.000 Peserta Padati Apel Hari Santri di Mesir, PCINU Beri Penghargaan kepada 43 Lulusan Cumlaude Al-Azhar
• 10 jam lalu
0
thumb
OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 13,69 Persen, Tertinggi dalam 10 Tahun dengan Nilai Rp9.178 Triliun
• 15 jam lalu
0
thumb
ESDM perhatikan keseimbangan smelter alumina dengan permintaan global
• 23 jam lalu
0
thumb
Indonesia dan Jerman Jajaki Kerja Sama Riset Bersama, Pendanaan Penelitian hingga Pertukaran Mahasiswa
• 23 jam lalu
0
thumb
Kehadirannya Dicari Presiden Prabowo dalam Rakornas TPAKD, KDM Ternyata Ada di Sini
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.