Indonesia dan Jerman Jajaki Kerja Sama Riset Bersama, Pendanaan Penelitian hingga Pertukaran Mahasiswa

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka peluang kerja sama dengan Jerman untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat riset, serta memperluas mobilitas mahasiswa dan profesor dari kedua negara.

Penjajakan kerja sama tersebut mencakup pengembangan pendanaan penelitian bersama (joint research), pertukaran akademik, hingga penguatan kapasitas perguruan tinggi di Indonesia dan Jerman.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk memperoleh pengalaman akademik internasional.

Selain memperluas akses pendidikan dan penelitian, kolaborasi kedua negara diarahkan untuk menghasilkan riset yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Indonesia dan Jerman Berpeluang Danai Penelitian Bersama

Brian menjelaskan bahwa salah satu bentuk kerja sama yang berpotensi dikembangkan adalah penelitian bersama dengan dukungan pendanaan dari pemerintah masing-masing negara.

"Kami berpikir untuk bisa mengembangkan joint research. Kita bisa memberikan pendanaan di sisi Indonesia, dan sisi Jerman juga dapat memberikan pendanaan," ungkap Brian dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Melalui skema tersebut, Indonesia dan Jerman berpeluang menyediakan anggaran penelitian masing-masing untuk mendukung kolaborasi antara peneliti maupun institusi pendidikan tinggi dari kedua negara.

Pendanaan bersama tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan penelitian sekaligus mendorong pengembangan inovasi yang memberikan manfaat bagi Indonesia dan Jerman.

Brian juga menyoroti pentingnya peningkatan mobilitas mahasiswa dan profesor sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan akademik kedua negara.

Program mobilitas tersebut berpotensi membuka kesempatan bagi mahasiswa dan tenaga pengajar untuk mengikuti kegiatan pendidikan, penelitian, serta pertukaran pengetahuan di lingkungan akademik internasional.

Selain meningkatkan pengalaman akademik, kerja sama ini diharapkan dapat memperluas jejaring antarkampus dan memperkuat pemahaman budaya antara masyarakat akademik Indonesia dan Jerman.

Jerman Soroti Peluang Pendidikan dan Penelitian Biodiversitas

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, turut menyoroti aspek biaya pendidikan di Jerman yang dapat menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa Indonesia dalam menentukan tujuan studi di luar negeri.

Sementara itu, Presiden German Academic Exchange Service (DAAD), Joybrato Mukherjee, menekankan pentingnya membangun kemitraan akademik dan penelitian yang memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara.

Joybrato mencontohkan bidang biodiversitas atau keanekaragaman hayati sebagai salah satu sektor penelitian yang berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi peneliti Indonesia dan Jerman.

Selain biodiversitas, pengembangan kawasan perkotaan juga menjadi bidang penelitian yang memungkinkan kedua negara menggabungkan pengetahuan, pengalaman, dan keahlian masing-masing.

Kolaborasi pada bidang-bidang tersebut dinilai berpotensi menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian berbagai persoalan.

Kemitraan akademik tersebut juga diharapkan tidak hanya berfokus pada pertukaran mahasiswa, tetapi mencakup pengembangan penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh kedua negara.

Kedua Negara Bahas Pembentukan Kelompok Kerja Bersama

Dalam pembahasan kerja sama tersebut, Indonesia dan Jerman turut mendiskusikan kemungkinan pembentukan Joint Working Group atau kelompok kerja bersama pada tingkat pelaksana.

Pembentukan kelompok kerja tersebut masih berada dalam tahap penjajakan dan berpotensi menjadi mekanisme koordinasi untuk mendukung pelaksanaan kerja sama pendidikan tinggi dan penelitian.

Melalui kelompok kerja bersama, kedua negara dapat membahas serta menentukan bidang-bidang prioritas yang akan menjadi fokus kolaborasi akademik dan riset.

Mekanisme tersebut juga berpotensi digunakan untuk memetakan perguruan tinggi yang memiliki kapasitas dan peluang menjadi mitra penelitian di masing-masing negara.

Selain menentukan prioritas penelitian, kelompok kerja bersama dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi skema kolaborasi yang memungkinkan diterapkan, termasuk pendanaan riset, mobilitas mahasiswa dan profesor, serta peningkatan kapasitas institusi pendidikan tinggi.

Pembahasan tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan kemitraan akademik yang lebih terarah dan berkelanjutan antara Indonesia dan Jerman.

Penjajakan kerja sama ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan internasional Indonesia di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.

Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia dan Jerman berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperluas peluang penelitian internasional, serta menghasilkan kontribusi ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi pembangunan nasional.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dokter Tersangka Pencabulan Anak Tak Akui Perbuatannya, 4 Saksi Diperiksa
• 4 jam lalu
0
thumb
Mobil Matic Murah Harga di Bawah Rp250 Juta, Ini Pilihannya
• 23 jam lalu
0
thumb
Terancam Pidana Gegara Label Skincare, Saksi Kemenkes Tegaskan Kasus Richard Lee Hanya Pelanggaran Administratif
• 7 jam lalu
0
thumb
Simak Rincian Penyesuaian Kriteria Evaluasi IHSG Mulai 2 November 2026
• 14 jam lalu
0
thumb
Memulai Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.