JAKARTA - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut, pengungkapan kasus kapal tanker pembawa narkoba ketamine 1,16 Ton merupakan kado terindah untuk pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
"Dan ini jadi kado terindah untuk 2 tahun pemerintahan pak Prabowo dan pak Gibran," kata Suyudi dalam jumpa pers di Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).
Suyudi menjelaskan, dalam setiap kesempatan, Presiden Prabowo selalu menyampaikan pesan agar seluruh aparat penegak hukum untuk bersatu padu demi mencegah pihak yang ingin mengedarkan narkoba ke Indonesia.
"Kita harus selalu kuat bersatu padu intuk bisa mengungkap kejahatan-kejahatan para pelaku yang ingin menyelundupkan barang barang terlarang ke Indonesia," ujar Suyudi.
Suyudi menjelaskan, dalam penangkapan ini, aparat melakukan pemantauan beberapa bulan sebelumnya akhirnya kapal tanker tersebut ditangkap.
"Nah, kita memang seperti itu, kita selalu menganalisa kapal itu tidak sebentar, 3 bulan, paling sebentar 6 bulan," ujar Suyudi.
Pada September 2026, kata Suyudi, kapal tersebut berangkat dari tempat docking yaitu di Pasir Gudang, Johor, Malaysia. Menuju perairan Andaman, Thailand.
"Rutenya dilalui adalah dari Pasir Gudang menuju Portland untuk melakukan bunker atau mengisi air dan BBM. Setelah beberapa hari di Portland, kapal melanjutkan pelayaran menuju laut adaman untuk melakukan ship to ship guna menerima muatan ketamine," ucap Suyudi.





Komentar (0)