Bank Mandiri Perkuat Fundamental Bisnis dengan Neraca yang Tetap Sehat

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pertumbuhan bisnis perbankan yang sehat perlu diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga dan kemampuan mengantisipasi risiko kredit. Di tengah dinamika ekonomi, Bank Mandiri menerapkan pengelolaan risiko secara disiplin di setiap tahapan penyaluran kredit, mulai dari analisis debitur hingga pemantauan dan evaluasi ketahanan portofolio secara berkala.

Penerapan pengelolaan risiko yang disiplin turut mendukung pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.592 triliun hingga akhir Agustus 2026, tumbuh 17,6 persen secara tahunan (year on year/YoY), dengan rasio non-performing loan (NPL) yang tetap terjaga sebesar 1,00 persen. Bank Mandiri juga menjaga kecukupan pencadangan dengan NPL coverage ratio tercatat sebesar 240,6 persen terhadap kredit bermasalah sebagai penyangga dalam menghadapi potensi kerugian kredit. 

"Kami meyakini pertumbuhan kredit yang sehat harus didukung oleh pengelolaan risiko yang konsisten melalui penguatan pemantauan kualitas kredit, kecukupan pencadangan, serta diversifikasi pembiayaan dengan mempertimbangkan prospek dan profil risiko masing-masing sektor usaha. Langkah ini menjadi bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian untuk mengelola konsentrasi risiko dan mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," ujar Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro.
 

Baca Juga :

Saatnya Kembangkan Bisnis, Bank Mandiri Ajak Wirausaha Muda Daftar WMM 2026


Sejalan dengan kualitas aset yang terjaga, biaya risiko kredit atau cost of credit (CoC) Bank Mandiri juga berada pada level yang terkendali, yakni sebesar 0,54 persen hingga akhir Agustus 2026. Pengelolaan biaya risiko ini didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dan pemantauan kualitas kredit secara berkelanjutan, serta langkah mitigasi yang disesuaikan dengan profil risiko portofolio.

Capaian ini turut didukung oleh pengelolaan risiko secara proaktif melalui pemanfaatan early warning system untuk mengidentifikasi perubahan kondisi debitur dan indikasi risiko sejak dini, sehingga Perseroan dapat melakukan pemantauan lebih intensif serta mengambil langkah mitigasi yang sesuai dengan perkembangan profil risiko debitur.

Selain pemantauan debitur, Bank Mandiri juga melakukan stress test secara berkala untuk mengukur ketahanan portofolio terhadap berbagai skenario ekonomi. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam mengidentifikasi potensi risiko dan menentukan langkah mitigasi yang diperlukan. Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat pengelolaan risiko yang adaptif terhadap dinamika ekonomi untuk menjaga ketahanan portofolio dan mendukung fungsi intermediasi secara berkelanjutan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Hari Ini 22 Oktober, Hujan di Mayoritas Kota
• 14 jam lalu
0
thumb
Hutan Pinus di Lereng Semeru Terbakar, Petugas Padamkan Api Secara Manual
• 8 jam lalu
0
thumb
Bapanas Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar
• 21 jam lalu
0
thumb
Polda tarik ajudan Gubernur Kaltim imbas kontak fisik dengan mahasiswa
• 20 jam lalu
0
thumb
Survei Voxpol: Publik Dukung Program Prabowo, MBG Didukung 61,1%
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.