Bapanas Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Pangan Nasional (Bapanas) menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak sesuai standar dari peredaran. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan mengatakan hasil pengujian laboratorium menemukan ketidaksesuaian kandungan gizi pada mayoritas produk.

“Setelah pemeriksaan lab, ternyata kandungan gizinya semuanya tidak benar gitu. Ada 90 persen itu tidak benar,” kata Hermawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Baca Juga :

Bareskrim Usut Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label di 5 Merek
Hermawan menjelaskan ketidaksesuaian tersebut ditemukan pada kandungan zat gizi penting seperti zinc dan vitamin B. Pada sejumlah produk, kadar zat gizi yang ada tercatat berada jauh di bawah ambang batas yang dijanjikan.

“Jadi semuanya ada yang tidak pakai sama sekali vitamin, ada yang kurang persennya jauh sekali dari yang diinginkan oleh masyarakat, seperti zink, vitamin B, nah itu sangat jauh yang diharapkan oleh masyarakat,” ujar Hermawan.

Atas temuan tersebut, Bapanas telah menjatuhkan sanksi administratif berupa penghentian produksi, penarikan barang, hingga pencabutan izin edar. Bapanas juga menyurati pemerintah daerah agar penindakan dilanjutkan melalui Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD).

“Selain mencabut izin juga menarik dari peredaran. Dan yang ketiga adalah menghentikan produksi. Itu yang kita kirim surat ke daerah,” ujar Hermawan.


Beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai standar. Foto: Metrotvnews.com/Azri Arifin.

Guna menjaga ketersediaan pangan nasional, pemerintah terus menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan ke masyarakat. Bapanas pun memastikan stok beras premium dan medium di pasar tradisional saat ini dalam kondisi aman.

“Namun kalau untuk beras premium untuk di pasar tradisional aman. Demikian juga beras medium,” kata Hermawan.

(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Reaksi KPK soal Kabar Nusron Wahid Berada di Malaysia Usai Mangkir Dua Kali Pemanggilan
• 20 jam lalu
0
thumb
China kian diminati turis asing, kedatangan bebas visa meningkat
• 14 jam lalu
0
thumb
Investasi Startup Baru 40% dari Target 2026 Sebesar Rp1 Triliun
• 23 jam lalu
0
thumb
Digagas Bupati, Ketua Apdesi Takalar Parawangsa Ajak Kades, Perangkat Desa, Serta Warga Sukseskan Festival Pondok Pesantren
• 22 jam lalu
0
thumb
Bernardo Tavares Kenang Empat Tahun Bersama PSM, Kini datang sebagai Lawan
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.