Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para pendamping atau SDM Program Keluarga Harapan (PKH) dan operator data desa di Kabupaten Jombang menjadi Agen Perlinsos (Perlindungan Sosial) agar bisa membantu masyarakat melakukan registrasi ulang bansos secara digital.
Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri kegiatan Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan peserta terdiri dari pendamping PKH, operator data desa, dan orang tua siswa Sekolah Rakyat ini, Gus Ipul menjelaskan pemutakhiran data menjadi hal yang krusial. Oleh karena itu, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membuat langkah baru lewat digitalisasi bansos.
Melalui digitalisasi bansos, masyarakat dapat mendaftarkan diri atau melakukan registrasi ulang untuk memperoleh bansos. Namun tidak otomatis langsung ditetapkan sebagai penerima bansos, karena keputusan tetap mengacu pada hasil verifikasi oleh sistem dan kriteria kelayakan yang berlaku.
“Sebab banyak orang itu yang enggak layak dapat bansos, tapi menerima bansos. Sementara yang layak malah enggak dapat bansos. Maka kita akan uji lewat teknologi namanya digitalisasi perlindungan sosial. Semua daftar ulang, siap ya, para pendamping PKH, orang tua siswa Sekolah Rakyat tolong dibantu,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul menegaskan peran penting pendamping PKH dalam proses digitalisasi bansos, dengan terlibat sebagai Agen Perlinsos untuk membantu masyarakat melakukan registrasi ulang bansos secara digital. Dia menilai pendamping PKH, adalah ujung tombak dari Kementerian Sosial yang dekat dengan masyarakat.
“Para pendamping PKH, kalian lah yang mewakili kami, untuk bertemu dengan keluarga-keluarga penerima manfaat. Wajah kami itu ada di wajah kalian semua. Suksesnya pendamping PKH, suksesnya kita semua, maka itu bekerja dengan baik,” tegasnya.
Di samping pendamping PKH, Gus Ipul juga menyoroti peran penting operator data desa dalam proses pemutakhiran data. Mengingat operator data berperan penting dalam melakukan pemutakhiran data melalui jalur formal lewat aplikasi SIKS-NG.
“Operator data desa ini penting dan strategis, ketika bapak/ibu terlambat memasukkan data, kita akan membantu orang yang sudah meninggal, kita akan membantu orang yang salah. Maka operator data desa ini adalah orang-orang yang penting,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul menambahkan, di samping lewat jalur formal, pemutakhiran data juga bisa dilakukan lewat jalur partisipatif masyarakat, melalui kanal-kanal yang telah disediakan.
“Bisa lewat (aplikasi) cek bansos, atau lewat pendamping PKH, pemda, petugas BPS. Call center ada, WA center ada, silakan di cek secara langsung,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dimeriahkan penampilan siswa SRT 1 Kabupaten Jombang, seperti penampilan baris variasi, tari tradisional remo, karate, pidato dalam empat bahasa, dan yang paling menarik perhatian adalah paduan suara serta puisi.
Sejumlah peserta yang hadir tak kuasa menahan air mata haru saat peserta mulai menyanyi dan melantunkan bait demi bait puisi. Para orang tua tampak bangga dengan perkembangan anak-anaknya yang menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.
Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, Jajaran Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Sosial, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang Syaiful Anwar, Jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang, dan pejabat terkait lainnya.






Komentar (0)