JAKARTA - Mengapa di Indonesia banyak tukang parkir liar? Meski penertiban terus dilakukan, praktik parkir liar masih menjadi keluhan masyarakat, pelaku usaha, hingga pengguna jalan. Keberadaannya tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga kerap mengambil hak pejalan kaki dan menimbulkan pungutan parkir tanpa kejelasan.
Lantas, apa yang menyebabkan praktik parkir liar sulit diberantas? Berikut empat faktor yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber, Jumat (23/10/2026).
1. Lahan Parkir Resmi Belum Memadai
Keterbatasan lahan parkir menjadi salah satu faktor yang membuka ruang bagi praktik parkir liar. Tingginya aktivitas ekonomi di pusat perdagangan meningkatkan kebutuhan ruang parkir, sementara kapasitas fasilitas parkir resmi belum selalu mampu mengimbanginya.
Seperti di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, menunjukkan adanya ketimpangan antara daya tampung gedung parkir resmi dan jumlah kendaraan yang datang. Kondisi tersebut mendorong munculnya kantong-kantong parkir liar di sekitar kawasan perdagangan.
Pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi penambahan fasilitas parkir turut memperbesar persoalan tersebut.





Komentar (0)