-
IHSG berhasil menguat, sementara rupiah justru melemah dan yield SBN stagnan.
-
Wall Street berakhir beragam, mayoritas ambruk
-
Pasar hari ini akan mencermati pernyataan Presiden Prabowo terkait perampingan BUMN, perkembangan kredit perbankan, serta rilis data uang beredar BI.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia kembali bergerak beragam pada perdagangan Kamis (22/10/2026), dengan pasar saham melanjutkan pemulihan, sementara rupiah masih menghadapi tekanan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat lebih dari 1%, sekaligus memperpanjang tren positif selama tiga hari perdagangan berturut-turut. Namun, penguatan pasar saham belum diikuti oleh mata uang Garuda yang kembali melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Memasuki perdagangan terkahir pekan ini, Jumat (23/10/2026), pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan pasar keuangan domestik, termasuk respons investor terhadap kebijakan Bank Indonesia (BI) dan berbagai langkah perbaikan pasar modal setelah pengumuman MSCI pekan lalu.
Selengkapnya mengenai sentimen pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
IHSG berhasil melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis kemarin, meskipun sempat mengalami tekanan cukup dalam pada awal perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 1,12% atau naik 59,54 poin ke level 5.387,91, dibandingkan penutupan Rabu (21/10/2026) di posisi 5.328,36.
Penguatan tersebut membuat IHSG mencatat kenaikan selama tiga hari perdagangan berturut-turut, setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam pada Jumat (16/10/2026) dan Senin (19/10/2026).
Menariknya, pergerakan IHSG sepanjang perdagangan kemarin berlangsung cukup dramatis.
IHSG mengawali perdagangan di zona merah, tepatnya pada level 5.247,98, atau lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya.
Tekanan jual bahkan sempat membuat IHSG melemah hingga sekitar 2% pada awal perdagangan.
Namun, kondisi mulai berubah setelah indeks menyentuh area terendah hariannya.
Aksi beli perlahan meningkat dan membuat IHSG berhasil memangkas pelemahan, sebelum akhirnya berbalik menguat.
Penguatan terus berlanjut hingga IHSG sempat menyentuh posisi tertinggi harian di 5.422,59, sebelum sedikit turun menjelang penutupan.
Pada akhirnya, IHSG berhasil menutup perdagangan di level 5.387,91 atau menguat 1,12%.
Aktivitas perdagangan juga terpantau cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 331,29 juta lot, dengan nilai transaksi sebesar Rp15,31 triliun.
Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan mayoritas saham yang diperdagangkan. Tercatat sebanyak 489 saham menguat, sementara 216 saham melemah dan 258 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Investor asing pun masih mencatatkan penjualan bersih di seluruh pasar dengan total mencapai Rp1,49 triliun.
Beralih ke pasar valuta asing, rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (22/10/2026).
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,25% ke posisi Rp18.045/US$, dibandingkan penutupan Rabu (21/10/2026) di level Rp18.000/US$.
Pelemahan tersebut membuat mata uang Garuda semakin menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak di kisaran Rp18.010-Rp18.050/US$, sebelum akhirnya ditutup mendekati posisi terlemah hariannya.
Menariknya, pelemahan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY) justru bergerak melemah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan dolar AS di pasar global belum cukup untuk mendorong penguatan rupiah.
Dari domestik, keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% masih menjadi salah satu perkembangan yang dicermati pelaku pasar.
Sebelumnya, mayoritas ekonom dalam polling CNBC Indonesia Research memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 6,00%, terutama untuk membantu menjaga stabilitas rupiah.
Namun, BI memilih mempertahankan BI Rate sambil mengumumkan sejumlah langkah untuk memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan kredit.
Selain keputusan BI, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan isu MSCI dan dampaknya terhadap kepercayaan investor terhadap aset keuangan Indonesia.
Sementara itu, di pasar surat utang pemerintah, imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tidak mengalami perubahan pada perdagangan Kamis (22/10/2026).
Yield SBN tenor 10 tahun tercatat bertahan di level 7,446%, sama seperti penutupan perdagangan sebelumnya.
Posisi tersebut masih tergolong tinggi setelah yield SBN melonjak tajam pada Rabu (21/10/2026).
Sebagai pengingat, yield SBN tenor 10 tahun sebelumnya naik dari 7,169% menjadi 7,446%, atau meningkat sebesar 27,7 basis poin (bps) hanya dalam satu hari perdagangan.
Di pasar obligasi, yield bergerak berlawanan arah dengan harga. Ketika yield naik, harga obligasi cenderung turun, sedangkan ketika yield turun, harga obligasi cenderung naik.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) mayoritas melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026) atau Jumat dini hari waktu Indonesia. Kekhawatiran baru terhadap besarnya belanja perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta lonjakan harga minyak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik memicu aksi jual di pasar saham.
Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi merosot 2,6% ke level 26.008,86. Penurunan ini menjadi kinerja harian terburuk Nasdaq sejak Juni.
Indeks S&P 500 juga melemah 1,21% ke posisi 7.663,43, mencatat penurunan harian terdalam sejak Juli 2026. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bergerak tipis menguat 11,89 poin atau 0,02% ke level 52.867,98.
Tekanan terutama datang dari saham-saham teknologi, seiring kekhawatiran investor terhadap besarnya kebutuhan pendanaan untuk pengembangan AI yang terus meningkat.
Saham Meta Platforms turun sekitar 7%, meskipun perusahaan tersebut membukukan pendapatan di atas ekspektasi pasar dan memberikan proyeksi kinerja yang optimistis.
Pelemahan juga melanda sejumlah perusahaan teknologi lainnya. Saham Advanced Micro Devices (AMD) anjlok lebih dari 8%, sedangkan Micron Technology dan Nvidia masing-masing turun 6% dan 4%.
Saham CoreWeave, salah satu pemain utama penyedia infrastruktur komputasi awan untuk AI atau neocloud, turut merosot 10%. Penurunan terjadi ketika imbal hasil obligasi dan biaya perlindungan kredit perusahaan tersebut masih bertahan tinggi.
Di tengah tekanan pasar, CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan kepada CNBC pada Kamis bahwa permintaan terhadap layanan neocloud berada pada level yang sangat tinggi, bahkan disebutnya di luar perkiraan.
Namun, Huang juga menyoroti keterbatasan modal yang berpotensi menghambat pertumbuhan industri tersebut.
Pernyataan mengenai kelangkaan modal ini memicu kekhawatiran investor terhadap kemampuan pasar kredit untuk menopang kebutuhan pendanaan perusahaan AI.
Dalam catatan kepada klien, para trader Wells Fargo menyebut komentar Huang telah membuat pasar gelisah dan kembali memunculkan kekhawatiran bahwa kapasitas pasar modal, khususnya dari sisi kredit, semakin terbatas di tengah tingginya risiko yang harus ditanggung investor.
Mereka juga menilai komentar Meta mengenai besarnya kebutuhan pendanaan AI turut menekan saham perusahaan tersebut dan membebani pasar secara keseluruhan.
Sementara itu, trader JPMorgan menilai sentimen positif yang mewarnai perdagangan Rabu berbalik arah dalam semalam. Pelemahan saham Meta sebelum pembukaan pasar serta meningkatnya kekhawatiran mengenai potensi eskalasi konflik Iran setelah pemilu paruh waktu AS bulan depan turut membebani sentimen.
JPMorgan juga menyoroti rapuhnya kepercayaan investor terhadap pendanaan AI dan minimnya keyakinan untuk kembali meningkatkan eksposur pada saham teknologi setelah pembalikan arah pasar baru-baru ini.
Harga Minyak Melonjak, Investor Berburu Aset Aman
Tekanan pasar semakin besar setelah harga minyak dunia melonjak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
The New York Times melaporkan, mengutip sejumlah sumber, bahwa AS dan Israel memiliki rencana untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS bulan depan.
Presiden AS Donald Trump juga mengatakan kepada wartawan pada Rabu malam bahwa Washington tidak sedang bernegosiasi dengan Teheran. Ia menambahkan bahwa sesuatu akan terjadi dalam waktu yang relatif dekat.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent, patokan internasional, melonjak 4% dan ditutup pada US$113,17 per barel.
Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,39% ke US$99,47 per barel.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian, investor beralih ke obligasi pemerintah AS atau US Treasury sebagai aset lindung nilai.
Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun turun lebih dari 17 basis poin menjadi 4,972%, level terendah dalam hampir satu bulan.
Imbal hasil obligasi bertenor dua tahun juga merosot lebih dari 16 basis poin menjadi 4,659%.
Penurunan imbal hasil tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset yang dinilai lebih aman di tengah tekanan pada saham teknologi dan risiko geopolitik yang kembali meningkat.
Pada perdagangan Jumat ini, pasar masih akan mencermati beberapa perkembangan dari dalam negeri, terutama terkait kebijakan pemerintah, kondisi industri perbankan, dan perkembangan likuiditas perekonomian.
Ambruknya Wall Street harus menjadi perhatian pasar hari ini.
Perhatian tertuju pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pengelolaan sumber daya alam hingga rencana perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Selain itu, pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai level tertinggi dalam satu dekade, perkiraan peningkatan penyaluran kredit baru pada akhir tahun, serta program pemerintah untuk memperluas akses rekening bank menjadi perhatian.
Pelaku pasar juga menantikan rilis data uang beredar September 2026 oleh Bank Indonesia (BI), setelah pertumbuhannya melambat selama dua bulan berturut-turut.
1. BEI Depak Saham HSC dari IHSG Mulai 2 NovemberBursa Efek Indonesia (BEI) mengubah aturan penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Mulai 2 November 2026, saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) tak lagi masuk perhitungan IHSG.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, kebijakan ini bertujuan membuat indeks lebih mencerminkan dinamika pasar. Sebelumnya, hanya saham di Papan Akselerasi yang dikecualikan dari penghitungan IHSG.
Meski demikian, metode penghitungan indeks tetap menggunakan Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted dengan batas bobot maksimum 9%.
BEI juga mengubah jadwal evaluasi indeks menjadi Januari, April, Juli, dan Oktober, dengan perubahan konstituen efektif pada hari bursa pertama Februari, Mei, Agustus, dan November.
Selain itu, BEI menerapkan evaluasi insidental. Saham yang masuk atau keluar dari daftar HSC di luar jadwal evaluasi reguler akan langsung disesuaikan dalam penghitungan IHSG.
2. Prabowo Soroti Perusahaan Asing, Cadangan Tambang Rp5.400 T hingga Penutupan BUMNPresiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pernyataan mengenai pengelolaan sumber daya alam hingga pembenahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai kritik dari negara lain, termasuk mengenai persoalan kebakaran hutan.
Namun, menurutnya, terdapat indikasi bahwa sejumlah perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia turut bertanggung jawab atas persoalan tersebut.
Prabowo menyatakan pemerintah akan mengungkapkan identitas perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat pada waktunya.
"Nanti pada saatnya kita umumkan nama-nama (perusahaan) itu," tegasnya.
Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mencabut izin usaha perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan.
"Siapapun kalau dia melanggar cabut aja lah saya gak ragu-ragu saya cabut nanti," ujarnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengungkapkan laporan mengenai besarnya cadangan mineral yang dimiliki Indonesia.
Dia menyebut terdapat lima Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan nilai cadangan terbukti mencapai US$300 miliar atau sekitar Rp5.400 triliun.
Nilai tersebut berasal dari hasil studi cadangan menggunakan standar JORC (Joint Ore Reserves Committee), yang digunakan untuk melaporkan sumber daya dan cadangan mineral.
"Dari sekian ratus IUP, 5 IUP memiliki cadangan proven, yang sudah didasarkan atas studi cadangan JORC nilainya adalah Rp5.400 triliun, US$300 miliar 5 konsesi. Jangan tepuk tangan terlalu cepat, karena kekayaan itu masih di bawah tanah," ungkap Prabowo.
Meski nilainya sangat besar, Prabowo mengingatkan bahwa cadangan tersebut masih berada di bawah tanah dan belum menjadi kekayaan yang dapat langsung dimanfaatkan.
Besarnya nilai cadangan juga tidak serta-merta mencerminkan pendapatan yang akan diterima negara, karena masih diperlukan kegiatan penambangan, pengolahan, investasi, serta biaya operasional untuk menghasilkan nilai ekonomi.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, menurutnya, pemerintah pusat dan daerah harus bertanggung jawab dalam mengelola kekayaan tersebut untuk kepentingan masyarakat.
Target 700 BUMN Dirampingkan hingga Akhir 2026
Selain pengelolaan sumber daya alam, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan perampingan dan konsolidasi BUMN yang dinilai tidak efisien, terutama perusahaan yang terus mengalami kerugian.
Prabowo mengungkapkan bahwa dari sekitar 1.074 BUMN, pemerintah telah melakukan konsolidasi dan penutupan terhadap kurang lebih 364 perusahaan.
Pemerintah menargetkan jumlah BUMN yang dikonsolidasikan dan ditutup mencapai 700 perusahaan hingga Desember 2026.
"Dari 1.000 BUMN, 1.074 kita sudah konsolidasi sudah tutup, sudah streamlining kurang lebih 364, sampai tadi malam. Sampai Desember akan datang sasaran kita 700 akan kita tutup," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan negara.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mempertahankan BUMN yang terus merugi, tidak efisien, maupun perusahaan yang terbukti melakukan manipulasi laporan keuangan.
Perampingan tersebut diarahkan untuk memperbaiki pengelolaan BUMN sekaligus mengurangi beban dari perusahaan-perusahaan yang selama ini tidak mampu menghasilkan kinerja keuangan yang sehat.
Meski demikian, konsolidasi BUMN tidak selalu berarti penghentian seluruh kegiatan usaha. Proses tersebut juga dapat dilakukan melalui penggabungan perusahaan dan penataan kembali struktur bisnis.
Dengan target yang disampaikan Prabowo, pemerintah masih perlu melakukan konsolidasi atau penutupan terhadap sekitar 336 perusahaan lagi hingga akhir 2026 untuk mencapai sasaran 700 perusahaan.
3. Kredit Perbankan RI Tumbuh 13,69%, Tertinggi dalam 10 TahunIndustri perbankan Indonesia mencatat pertumbuhan kredit yang cukup tinggi di tengah berbagai tantangan ekonomi dan gejolak pasar keuangan domestik.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa kredit perbankan nasional tumbuh sebesar 13,69%, yang disebut sebagai pertumbuhan tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
"Kredit bank tumbuh 13,69% bapak dan ini tertinggi 10 tahun terakhir. Tentunya ini modalitas sangat terasa mendukung perekonomian nasional," ujar Friderica, dikutip dari CNBC Indonesia.
Pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan bahwa penyaluran pembiayaan perbankan kepada masyarakat dan dunia usaha terus mengalami peningkatan.
Selain kredit, penghimpunan dana masyarakat di perbankan juga mencatat perkembangan positif.
OJK melaporkan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh dua digit, dengan total dana yang dihimpun perbankan mencapai Rp10.400 triliun.
DPK merupakan dana masyarakat yang disimpan di bank, antara lain dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito.
Pertumbuhan DPK menjadi salah satu sumber pendanaan bagi perbankan dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat dan dunia usaha.
Di tengah pertumbuhan tersebut, OJK memastikan kondisi permodalan industri perbankan masih kuat, sedangkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tetap terjaga.
Sementara itu, di luar sektor perbankan, OJK juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan reformasi pasar modal Indonesia.
Friderica menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap langkah perbaikan pasar modal, terutama di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap transparansi dan tata kelola perdagangan saham.
Menurutnya, OJK tidak akan ragu mengambil tindakan hukum terhadap pelanggaran yang merugikan investor.
"Kami terus melakukan reformasi pasar modal, bapak menyampaikan terus melakukan reformasi dan tidak segan-segan enforcement tindak pidana yang rugikan investor," tegas Friderica.
Komitmen tersebut menjadi perhatian setelah pasar saham Indonesia mengalami tekanan tajam akibat pengumuman MSCI mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Pelaku pasar akan mencermati langkah lanjutan OJK dalam memperkuat transparansi dan perlindungan investor, sekaligus menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.
4. BI Ramal Kredit Baru Meningkat pada Akhir 2026, Bank Mulai Longgarkan SyaratBank Indonesia (BI) memperkirakan penyaluran kredit baru perbankan akan meningkat pada kuartal IV-2026, seiring dengan standar pemberian kredit yang mulai lebih longgar.
Berdasarkan hasil Survei Perbankan Triwulan III-2026 yang dirilis Kamis (22/10/2026), prakiraan peningkatan penyaluran kredit baru tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 91,31% pada kuartal IV-2026.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan SBT kuartal III-2026 sebesar 90,08%, serta periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 88,92%.
SBT merupakan indikator survei yang menggambarkan arah perubahan penyaluran kredit berdasarkan jawaban perbankan. Semakin tinggi nilainya, semakin kuat indikasi peningkatan penyaluran kredit baru.
Meski demikian, angka SBT sebesar 91,31% bukan berarti kredit baru diperkirakan tumbuh sebesar 91,31%.
Menurut BI, prioritas penyaluran kredit baru pada kuartal IV-2026 masih didominasi oleh kredit modal kerja, disusul kredit investasi dan kredit konsumsi.
Untuk kredit konsumsi, perbankan diperkirakan akan memprioritaskan kredit multiguna, kemudian kredit pemilikan rumah atau apartemen (KPR/KPA), serta kredit kendaraan bermotor.
Sementara berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit baru diperkirakan paling banyak mengarah ke industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta perantara keuangan.
Peningkatan penyaluran kredit tersebut juga diperkirakan berlangsung seiring dengan kebijakan perbankan yang mulai melonggarkan standar pemberian kredit.
"Standar penyaluran kredit pada triwulan IV-2026 lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya, meski masih berada zona ketat," tulis BI dalam Survei Perbankan, Kamis (22/10/2026).
Kondisi tersebut tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang diperkirakan turun menjadi 0,15 pada kuartal IV-2026, dari 0,28 pada kuartal sebelumnya.
ILS digunakan untuk mengukur perubahan standar pemberian kredit perbankan. Ketika indeks menurun, standar penyaluran kredit cenderung lebih longgar dibandingkan periode sebelumnya.
Namun, selama nilainya masih berada di atas nol, secara keseluruhan standar kredit masih tergolong ketat.
"Penurunan ILS tersebut sejalan dengan prakiraan penyaluran kredit baru yang semakin meningkat pada triwulan IV 2026," jelas BI.
Perkiraan tersebut muncul di tengah langkah BI untuk memperbesar ruang likuiditas perbankan melalui penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) yang akan dilakukan secara bertahap mulai November 2026.
Dengan meningkatnya prakiraan kredit baru dan standar penyaluran yang mulai dilonggarkan, perbankan diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha maupun masyarakat pada akhir tahun.
5. Pemerintah Siapkan Rp1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu RekeningPemerintah menyiapkan program baru untuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyediaan rekening bank.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah akan menjalankan program satu orang satu rekening bagi 25 juta masyarakat Indonesia, dengan anggaran mencapai Rp1,28 triliun.
Program tersebut menyasar masyarakat berusia di atas 17 tahun yang termasuk dalam kelompok desil 1 atau 10% penduduk dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
"Kami siapkan satu orang satu rekening. Inklusivitas keuangan mendekati 99%, naik dari 93% menjadi 99% untuk 25 juta warga desil 1, di atas 17 tahun," ujar Airlangga, dikutip dari CNBC Indonesia.
Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah akan menyediakan setoran awal sebesar Rp50.000 bagi setiap rekening.
Data penerima program akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang digunakan pemerintah untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat berdasarkan kondisi sosial dan ekonominya.
Pelaksanaan program akan melibatkan dua bank milik negara, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
Kedua bank tersebut akan membantu menyediakan layanan rekening bagi masyarakat yang menjadi sasaran program.
6. BI Akan Rilis Data Uang Beredar, Pertumbuhan Likuiditas RI MelambatBank Indonesia (BI) dijadwalkan mengumumkan laporan perkembangan uang beredar September 2026 pada hari ini Jumat (23/10/2026).
Rilis tersebut akan menjadi perhatian pelaku pasar karena memberikan gambaran mengenai perkembangan likuiditas atau jumlah uang yang beredar dalam perekonomian Indonesia, termasuk penyaluran kredit perbankan.
Jika melihat laporan sebelumnya, BI mencatat uang beredar dalam arti luas atau M2 pada Agustus 2026 mencapai Rp10.448,1 triliun, tumbuh sebesar 8,2% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebesar 8,3% (yoy).
Bahkan, perlambatan pertumbuhan uang beredar telah berlangsung selama dua bulan berturut-turut, setelah sebelumnya mencapai 8,7% (yoy) pada Juni 2026.
Pertumbuhan uang beredar pada Agustus terutama didorong oleh peningkatan uang beredar sempit atau M1 sebesar 9,0% (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,5% (yoy).
M1 mencakup uang kartal yang dipegang masyarakat serta simpanan yang dapat digunakan untuk transaksi. Sementara itu, uang kuasi antara lain mencakup simpanan berjangka dan tabungan tertentu yang tidak langsung digunakan untuk transaksi sehari-hari.
Perkembangan uang beredar menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat kondisi likuiditas dalam perekonomian.
Pertumbuhan M2 yang melambat menunjukkan bahwa jumlah uang beredar masih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi dengan laju pertumbuhan yang lebih rendah.
Rilis September kali ini juga menarik untuk dicermati setelah BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75% pada Rabu (21/10/2026).
Selain mempertahankan BI Rate, bank sentral mengumumkan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan secara bertahap mulai November 2026 untuk memberikan ruang likuiditas yang lebih besar bagi perbankan.
Dengan demikian, data M2 September akan memberikan gambaran kondisi likuiditas sebelum kebijakan penurunan GWM tersebut mulai berlaku.
Pelaku pasar akan mencermati apakah pertumbuhan uang beredar kembali melambat atau mulai mengalami peningkatan, terutama di tengah upaya BI mendorong penyaluran kredit dan menjaga pertumbuhan ekonomi domestik.
7. Daftar Insentif Pemerintah untuk Warga RIPemerintah menggelontorkan berbagai insentif untuk menjaga daya beli masyarakat, memperluas akses pembiayaan, dan mendorong inklusi keuangan di seluruh Indonesia. Program tersebut mencakup bantuan pangan, Bantuan Subsidi Upah (BSU), pembukaan rekening gratis, hingga pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp300 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah program tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026, Kamis (22/10/2026).
Dari sisi perlindungan daya beli, pemerintah mengalokasikan Rp17,55 triliun untuk bantuan pangan berupa beras 10 kilogram per bulan bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat.
Pemerintah juga menyalurkan BSU sebesar Rp300.000 kepada 13,3 juta pekerja. Penyaluran bantuan ini direncanakan menggunakan rekening yang sama dan mulai dimanfaatkan pada kuartal IV-2026.
8. Klaim Pengangguran AS Turun ke 194.000, Terendah Sejak Juli
Jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran turun 6.000 menjadi 194.000 pada pekan yang berakhir 17 Oktober 2026. Angka ini berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 200.000 dan turun dari 200.000 pada pekan sebelumnya setelah revisi, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.
Jumlah klaim pengangguran tersebut menjadi yang terendah sejak pertengahan Juli, menandakan pasar tenaga kerja AS masih menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya tekanan ekonomi.
Laba perusahaan yang solid dan permintaan domestik yang tetap kuat membantu melindungi pekerja dari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Di sisi lain, perusahaan tampaknya masih enggan melakukan perubahan besar terhadap jumlah tenaga kerja di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi.
Namun, sejumlah faktor mulai membebani keputusan perekrutan. Biaya energi yang tinggi akibat perang AS-Israel dengan Iran, ketidakpastian mengenai perkembangan konflik, prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed), serta kebijakan perdagangan yang belum menentu berpotensi meningkatkan biaya bisnis.
Sementara itu, klaim berkelanjutan (continuing claims), yang mencerminkan jumlah orang yang masih menerima tunjangan pengangguran, naik 25.000 menjadi 1,728 juta pada pekan yang berakhir 10 Oktober 2026.
9. Inflasi JepangHari ini, Jepang akan mengumumkan data inflasi September.
Sebagai catatan, inflasi tahunan Jepang bertahan di level 1,9% pada Agustus 2026, tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya dan masih menjadi level tertinggi sejak Desember 2025.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, harga masih meningkat di berbagai kelompok pengeluaran, meskipun kenaikan sejumlah komponen mulai melambat.
Inflasi makanan tercatat sebesar 3,1%, melambat dari 3,5% pada Juli. Kenaikan harga transportasi juga melandai menjadi 2,3% dari 2,6%.
Sebaliknya, kenaikan harga barang rumah tangga meningkat menjadi 4,9% dari 3,7%. Inflasi kesehatan naik menjadi 3,0% dari 2,1%, sedangkan harga pakaian meningkat 1,5%, dibandingkan 1,2% pada bulan sebelumnya.
Di sektor energi, inflasi harga gas meningkat menjadi 2,0% dari 1,8%. Sementara itu, harga listrik turun lebih dalam sebesar 2,4%, dibandingkan penurunan 0,1% pada Juli, di tengah pemberian subsidi energi oleh pemerintah.
Harga pendidikan masih mengalami deflasi sebesar 3,8%, berlanjut sejak awal 2024.
Sementara itu, inflasi inti Jepang, yang tidak memasukkan harga pangan segar, melambat menjadi 1,7% pada Agustus dari 1,8% pada Juli. Ini merupakan perlambatan pertama dalam empat bulan terakhir.
Inflasi inti tersebut juga berada di bawah target 2% Bank of Japan (BOJ) selama tujuh bulan berturut-turut.
Secara bulanan, indeks harga konsumen (IHK) Jepang naik tipis 0,1% pada Agustus. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan 0,5% pada Juli setelah direvisi ke atas.
Berikut agenda ekonomi hari ini:
-
Badan Karantina Indonesia akan menyelenggarakan Indonesia Quarantine Expo (IQExpo) 2026 dengan mengusung tema "Protecting Indonesia, Connecting The World" bertempat di SMESCO, Jakarta Selatan
-
Konferensi pers Kerja Sama Pendidikan dan Riset Jerman-Indonesia yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta bersama German Academic Exchange Service (DAAD) di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta Pusat
-
Inflasi Jepang
-
Perkembangan uang beredar Bank Indonesia (BI)
-
Inflasi Singapura
-
Penjualan ritel Inggris
Berikut agenda korporasi hari ini:
-
Pemberitahuan rencana RUPS PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA).
-
Pemberitahuan rencana RUPS PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL).
-
Tanggal akhir perdagangan HMETD PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
-
Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai interim PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC).
-
Tanggal ex dividen tunai interim PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA).
Berikut indikator ekonomi terbaru:
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
- 1
- 2
- 3
- 4





Komentar (0)