Manfaatkan momentum kebijakan bebas visa China, Kemenpar genjot promosi wisata Indonesia

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI) terus memperkuat promosi destinasi Indonesia di pasar China untuk memanfaatkan peluang dari kebijakan bebas visa yang diterapkan oleh negara tersebut bagi warga negara asing sejak Agustus 2026.

Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan platform perjalanan digital terkemuka seperti Ctrip, Qunar dan Tuniu, maskapai penerbangan China Southern Airlines dan Xiamen Airlines, serta pelaku industri pariwisata, untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan China ke Indonesia.

"Kemenpar terus memperkuat promosi di pasar Tiongkok," ujar Ni Luh kepada Xinhua pada Kamis (22/10).

Pemerintah Indonesia juga terus memperkuat kemudahan berwisata, salah satunya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara Indonesia-Chinayang mulai diberlakukan pada 30 April 2026.

Menurut sang wakil menteri, skema pemfasilitasan perjalanan yang diterapkan oleh pemerintah China yakni skema bebas visa regional bagi rombongan wisatawan dari negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, dapat mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Bagi Indonesia, Ni Luh memaparkan bahwa pergerakan dua arah yang makin aktif dapat mendorong penambahan rute dan frekuensi penerbangan langsung antara kedua negara, yang juga membuka peluang lebih besar bagi kunjungan wisatawan China ke Indonesia.

Mengutip data dari Amadeus, Kemenpar RI menunjukkan bahwa hingga Oktober 2026, terdapat kapasitas sekitar 1,9 juta kursi penerbangan langsung dari berbagai kota di China ke Indonesia.

" China adalah salah satu pasar utama kami. Pada Agustus 2026, wisatawan China menjadi penyumbang kunjungan terbesar ketiga dengan sekitar 162,6 ribu kunjungan, tumbuh sekitar 15,6 persen dibandingkan Agustus 2025," ungkap Ni Luh.

Ke depannya, Kemenpar RI mendorong perluasan promosi dan paket wisata yang lebih beragam, tidak hanya ke Bali, tetapi juga destinasi lain dengan potensi wisata bahari, alam, budaya, dan kebugaran (wellness).

"Kami berharap kolaborasi pemerintah dan industri kedua negara semakin mempermudah akses informasi dan perjalanan, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan China ke Indonesia," tambah Ni Luh.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dampak El Nino Kuat, BNPB Siapkan Mitigasi Mundurnya Musim Hujan
• 11 jam lalu
0
thumb
Pramono Targetkan Pengangguran Jakarta Turun jadi 3,5 Persen
• 18 jam lalu
0
thumb
Rusia dan Ukraina Saling Serang saat AS Mulai Upaya Lobi demi Akhiri Perang
• 23 jam lalu
0
thumb
Ignasius Jonan Ajak Singapura dan Malaysia Kerja Sama Tangani Karhutla Indonesia
• 23 jam lalu
0
thumb
Kala Jeruk Nipis di Makassar Perlahan Hilang dari Meja Makan
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.