S&P 500 dan Nasdaq Anjlok, Keraguan Pasar pada AI Picu Aksi Jual Saham Teknologi

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Kamis (22/10/2026), waktu setempat, dengan Nasdaq mencatatkan penurunan harian terdalam sejak awal Juni.

S&P 500 dan Nasdaq Anjlok, Keraguan Pasar pada AI Picu Aksi Jual Saham Teknologi. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Indeks utama Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Kamis (22/10/2026), waktu setempat, dengan Nasdaq mencatatkan penurunan harian terdalam sejak awal Juni.

Dilansir dari Reuters, Jumat (23/10/2026), hal tersebut dipicu oleh serangkaian rilis laporan laba perusahaan besar yang membangkitkan kekhawatiran baru terkait perlombaan belanja di sektor kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga:
Dow Jones Melesat, Sektor Kesehatan Pimpin Penguatan Indeks Utama Wall Street

Indeks S&P 500 pun berakhir jauh di zona negatif. Sementara itu, Nasdaq, yang didominasi oleh saham teknologi, mengalami kerugian lebih dalam, yakni turun 2,6 persen, menyusul serangkaian laporan laba perusahaan besar yang berkaitan dengan AI.

Indeks Dow Jones, yang mencakup perusahaan-perusahaan unggulan (blue-chip), mencatatkan kenaikan tipis sesaat sebelum penutupan perdagangan.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Hijau, Nasdaq Pimpin Kenaikan Seiring Sentimen Positif Saham AI

Dow Jones Industrial Average naik 11,89 poin atau 0,02 persen menjadi 52.867,98, S&P 500 melemah 93,74 poin atau 1,21 persen ke level 7.663,43, dan Nasdaq Composite turun 694,00 poin atau 2,60 persen menjadi 26.008,86.

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Melemah, Nasdaq Anjlok 1,46 Persen akibat Kekhawatiran Belanja AI

Saham Meta Platforms turun 7,0 persen, meskipun laporan labanya melampaui ekspektasi analis. Penurunan ini terjadi karena perusahaan induk Facebook tersebut mencatat arus kas keluar untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade akibat pengeluaran terkait AI.

Selain itu, Meta juga mengumumkan rencana untuk menerbitkan saham tanpa hak suara melalui pemecahan saham (stock split) dengan rasio 2:1 guna menggalang modal bagi pengembangan teknologi yang masih dalam tahap awal tersebut.

Saham Tesla pun tercatat melemah 3,1 persen, meskipun produsen mobil listrik ini secara tak terduga mencatatkan arus kas bebas positif pada kuartal tersebut dan memangkas rencana belanja modal 2026.

"Satu-satunya sektor yang benar-benar terpukul adalah teknologi; sektor yang sebelumnya menjadi primadona pasar hingga sekitar bulan Juni lalu," ujar Ahli Strategi Pasar Murphy & Sylvest Paul Nolte. 

"Para investor mulai menyadari adanya celah dalam narasi seputar AI. Hal ini berdampak pada indeks-indeks pasar karena bobot sektor teknologi di dalamnya sangat besar," kata dia.

Di panggung geopolitik, kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan baru terhadap target-target di Arab Saudi, yang mendorong harga minyak mentah ke level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Para investor khawatir konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah dapat menjaga inflasi tetap tinggi dan memaksa Federal Reserve AS untuk terus menaikkan suku bunga.

Data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jumlah klaim awal untuk tunjangan pengangguran tetap berada di dekat level terendah dalam beberapa dekade. Tanda-tanda stabilitas pasar tenaga kerja akan memungkinkan The Fed untuk fokus pada upaya memerangi inflasi.

Pasar keuangan saat ini memperhitungkan kemungkinan bahwa bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.

Sementara itu, musim laporan laba kuartal III-2026 sedang berlangsung, dengan 111 perusahaan dalam indeks S&P 500 telah merilis laporan mereka. Menurut data terbaru dari LSEG, 83 persen di antaranya mencatatkan kinerja yang melampaui ekspektasi analis.

Saham Spotify naik 11,1 persen setelah perusahaan layanan streaming musik asal Swedia itu memproyeksikan laba kuartal IV-2026 di atas estimasi, dengan mengandalkan fitur-fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong pertumbuhan jumlah pengguna.

Kemudian, saham perusahaan pembuat chip seperti Intel, AMD, Sandisk, dan Marvell, semuanya anjlok lebih dari 8 persen di tengah aksi jual yang meluas di sektor semikonduktor.

Di bursa NYSE, jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,01 banding 1. Terdapat 173 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 366 saham yang mencapai level terendah baru di NYSE.

Di bursa Nasdaq, 2.022 saham mengalami kenaikan sementara 2.766 saham mengalami penurunan, dengan jumlah saham yang turun melampaui jumlah saham yang naik dalam rasio 1,37 banding 1.

Indeks S&P 500 mencatat 40 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir dan empat saham mencapai level terendah baru, sementara indeks Nasdaq Composite mencatat 82 saham mencapai level tertinggi baru dan 342 saham mencapai level terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 18,79 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata volume harian sebesar 17,19 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hari Santri 2026, Menko Polkam Tegaskan Pentingnya Menjaga Akhlak
• 7 jam lalu
0
thumb
Sambut HUT ke-94, Nojorono Gelar Kompetensi Fotografi Berkarya Lewat Lensa
• 16 jam lalu
0
thumb
Prabowo Murka ke MSCI, Said Didu Ungkit Momen Saat Ketua OJK Diminta Mundur
• 20 jam lalu
0
thumb
Mediasi Gagal, Gugatan Rp1 Miliar Mantan ART Terhadap Erin Wartia Berlanjut
• 13 jam lalu
0
thumb
Anggota Komisi II DPR: Pansel KPU Sudah Ada, Tinggal Diumumkan Prabowo
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.