jpnn.com, LOMBOK TENGAH - Sebanyak 10 siswa penyandang disabilitas netra di SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 2 Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menerima bantuan smartphone yang dilengkapi aplikasi pendukung aksesibilitas untuk menunjang kegiatan belajar mereka.
Bantuan tersebut diberikan oleh Pertamina Foundation lewat program Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara pada Jumat (9/10/2026).
BACA JUGA: Pertamina Pastikan Pengisian BBM dengan Penerapan Ganjil Genap di Bali Berjalan Kondusif
Kepedulian ini berlanjut ke panggung yang lebih luas. Sehari kemudian, dua penerima manfaat, Rendi dan Nindi, terlibat dalam seremoni penyerahan bantuan dari Pertamina dalam rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (10/10/2026).
Dari ruang kelas hingga momentum ajang balap internasional, program ini membawa pesan yang sama: setiap anak memiliki potensi, dan setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensinya.
BACA JUGA: Perluas Penjaminan Kredit di Ekosistem Perbankan Digital, Jamkrindo Gandeng Hibank
Proses penyerahan bantuan juga disertai edukasi penggunaan smartphone dan aplikasi pendukung agar perangkat dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pengguna.
Melalui fitur pembaca layar TalkBack dan teknologi text-to-speech berbahasa Indonesia, smartphone yang diberikan dirancang untuk membantu siswa mengakses informasi digital melalui suara.
BACA JUGA: Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Imigrasi Sukabumi Gandeng Insan Pers
Teknologi ini dapat mendukung aktivitas belajar, mulai dari membaca materi digital hingga menjelajahi aplikasi penunjang pendidikan.
“Kami ingin memastikan bahwa kesempatan untuk belajar dan berkembang terbuka bagi setiap anak. Bagi anak-anak penyandang disabilitas netra, akses terhadap teknologi yang sesuai kebutuhan dapat membantu membuka lebih banyak pintu menuju pengetahuan dan kemandirian,” ujar Agus Mashud S. Asngari, President Director Pertamina Foundation.
"Melalui Digital Netra Setara, Pertamina berupaya menghadirkan dukungan yang tidak berhenti pada pemberian perangkat, tetapi juga mencakup pendampingan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam proses belajar sehari-hari," imbuhnya.
Pendekatan program ini memang tidak berhenti pada penyerahan perangkat. Para siswa juga memperoleh dukungan pelatihan, sementara guru dan mentor pendamping dibekali pemahaman mengenai penggunaan teknologi pendukung pembelajaran bagi siswa penyandang disabilitas netra.
Materi pelatihan mencakup navigasi dasar menggunakan TalkBack, komunikasi dan pengetikan, pemanfaatan aplikasi pendidikan dan Learning Management System (LMS), hingga keamanan digital. Pendampingan direncanakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan untuk membantu siswa membangun keterampilan digital secara bertahap.
Dengan pendekatan tersebut, bantuan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan: bukan hanya membuat perangkat tersedia, tetapi juga membantu siswa memahami cara menggunakannya untuk belajar dan beraktivitas secara lebih mandiri.
Secara nasional, Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara menjangkau 30 penerima manfaat di empat wilayah, yaitu Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Maluku Utara.
Di Lombok Tengah, bantuan diberikan kepada enam siswa SLBN 1 Lombok Tengah dan empat siswa SLBN 2 Lombok Tengah.
Melalui Digital Netra Setara, Pertamina dan Pertamina Foundation berharap semakin banyak anak penyandang disabilitas netra dapat mengakses pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan melangkah menuju cita-cita dengan lebih percaya diri.(chi/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yessy Artada





Komentar (0)