18 Hari Udara Singapura Tercemar Kabut Asap dengan Indikator PSI 230, Pemerintah RI Harus Lebih Serius

disway.id
18 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah dampaknya dirasakan hingga Singapura.

Wilayah barat Singapura bahkan mengalami kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat selama 18 hari, sebelum akhirnya membaik pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Dilansir dari AsiaOne, wilayah barat Singapura kembali keluar dari rentang indeks standar polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) tidak sehat hingga sangat tidak sehat pada Kamis sore.

BACA JUGA:Detik-detik Api Karhutla Dekati Permukiman Barito Kuala, Warga Panik Selamatkan Diri

Kondisi ini menjadi perkembangan positif setelah masyarakat di wilayah tersebut menghadapi kualitas udara buruk sejak awal Oktober.

Meski demikian, persoalan kabut asap lintas negara ini menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla di Indonesia membutuhkan perhatian serius dan langkah berkelanjutan agar dampaknya tidak terus meluas hingga ke negara tetangga.

Kualitas udara Singapura mulai memburuk setelah jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan meningkat dari 175 menjadi 522 pada 4 Oktober 2026.

Sejak 5 Oktober, sejumlah wilayah di Singapura mencatat PSI dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

BACA JUGA:Kemenkes Catat 314.124 Kasus ISPA Akibat Karhutla, Sumsel Tertinggi dengan 82.177 Kasus

Sementara itu, wilayah barat Singapura masih mengalami kondisi yang lebih buruk dibandingkan wilayah lainnya.

Hal ini dipengaruhi arah angin yang membawa kabut asap dari Sumatra bagian selatan menuju Singapura.

Angka PSI tertinggi selama musim kabut asap tersebut mencapai 230 di wilayah barat Singapura.

Nilai itu tercatat pada 18 Oktober pukul 10.00 dan 11.00 waktu setempat, masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

BACA JUGA:BNPB Selektif Terima Bantuan Asing untuk Karhutla, Teknologi Jadi Prioritas

Perbaikan kualitas udara mulai terlihat di sejumlah wilayah sejak 18 Oktober. Namun, wilayah barat masih menjadi pengecualian hingga akhirnya mencatat PSI 99 pada pukul 15.00, Kamis, 22 Oktober.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BNPB Tambah Helikopter dan Pesawat Percepat Pemadaman Karhutla di Jatim
• 1 jam lalu
0
thumb
Pramono Berharap Warga Dukung JRF 2026 Akhir Pekan Ini
• 2 menit lalu
0
thumb
Depan Presiden Prabowo, Ketua OJK Friderica Lapor Ancaman MSCI-Sanksi Praktik Manipulasi Pasar
• 32 menit lalu
0
thumb
9 Alasan Mengapa Muslim tak Boleh Membiarkan Kemaksiatan Terjadi di Sekitarnya
• 2 jam lalu
0
thumb
Momen Presiden Prabowo Tiru Kedipan Mata Seskab Teddy: Gue Nih Presiden, Ted!
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.