9 Alasan Mengapa Muslim tak Boleh Membiarkan Kemaksiatan Terjadi di Sekitarnya

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Amar makruf nahi mungkar bukan sekadar kewajiban untuk menasihati orang lain, melainkan bagian penting dari tanggung jawab keimanan.

Melalui upaya mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, umat Islam turut menjaga kehidupan masyarakat, menghindarkan kerusakan, memperkuat persaudaraan, dan mengharapkan rahmat Allah SWT.

Baca Juga
  • Mengapa Sikap Negara-Negara Balkan yang Muslim terhadap Israel Berbeda?
  • 14 Abad Silam Alquran Isyaratkan Bentuk Bumi Bulat Bukan Datar, Bantah Argumentasi Ateis
  • Lokasi Terendah di Bumi, Kisah Kekalahan Romawi, dan Mukjizat Ilmiah Alquran yang Bungkam Ateis

Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

.rec-desc {padding: 7px !important;} Artinya: “Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya berbuat kebaikan.” (QS. Hud [11]: 117, terjemahan Kementerian Agama RI).

Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitab tafsirnya, kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa Dia tidak membinasakan suatu negeri kecuali penduduknya berlaku zalim terhadap diri mereka sendiri.

Allah tidak pernah menimpakan azab dan hukuman-Nya kepada suatu negeri yang penduduknya melakukan perbaikan, hingga mereka sendiri menjadi orang-orang yang zalim. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَكِنْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ

Artinya: ‘Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.’ (QS Hud [11]: 101).

Allah SWT juga berfirman:

وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

Artinya: ‘Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.’ (QS. Fussilat [41]: 46).”

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Suku Bunga 0,31% di Ciputra Surabaya
• 9 jam lalu
0
thumb
Petugas gabungan bersihkan puing lapak narkoba Kampung Ambon
• 16 jam lalu
0
thumb
Ganjil Genap Pembelian BBM di Sleman Belum Diperlukan, Stok Diklaim 7 Kali Lipat Normal
• 20 jam lalu
0
thumb
Lima Laga Tanpa Menang, Arema FC Pisah Jalan dengan Pelatih Marcos Santos
• 3 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Segera Serahkan DIM RUU Migas ke DPR, Bahlil Sebut Penyusunan Sudah Capai 90 Persen
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.